Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Awas, 126 Kasus Suspek Campak di Surabaya

badge-check


					Penyakit campak Perbesar

Penyakit campak

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat sebanyak 126 kasus suspek campak hingga Maret 2026.

Dokter Billy Daniel Messakh Kepala Dinkes Kota Surabaya menyebut, semua kasus terduga campak atau suspek campak itu dalam pemantauan dan penanganan.

“Sampai bulan Maret ini, ada 126 suspek campak,” ungkapnya pada Rabu (8/4/2026).

Untuk memastikan kasus suspek terkonfirmasi campak, perlu pemeriksaan laboratorium.

Kasus suspek mayoritas terjadi pada anak-anak kurang dari 10 tahun yang lebih rentan dan belum memiliki kekebalan tubuh atau imunisasi lengkap.

Dari seluruh suspek, satu di antaranya sedang menjalani rawat inap di rumah sakit. “Dengan kondisi klinis stabil, sementara kasus lainnya melakukan rawat jalan dan dalam pantauan Puskesmas setempat,” bebernya.

Ia minta masyarakat mewaspadai gejala campak yang umumnya demam, batuk, pilek, mata merah atau berair, serta ruam kemerahan di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

“Masyarakat perlu waspada karena jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare berat, radang paru/pneumonia, infeksi telinga, hingga peradangan otak yang berisiko fatal,” jelasnya.

Penyebab utamanya karena tertular infeksi virus campak melalui percikan droplet.

“Risiko penularan akan lebih tinggi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau memiliki kekebalan tubuh yang rendah,” paparnya lagi.

Untuk penanganan, pemkot melakukan penyelidikan epidemiologi, pelacakan kontak, meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, dan lain-lain.

“Masyarakat dapat memperoleh layanan imunisasi Campak secara gratis di Puskesmas, Posyandu, maupun Fasyankes lainnya. Cukup membawa anak atau anggota keluarga sesuai sasaran imunisasi dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Untuk pencegahan, Pemkot Surabaya juga meningkatkan deteksi dini kasus di fasyankes, hingga koordinasi lintas sektor untuk pengendalian penyakit menular.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional