Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Minta Bantuan KDM, Perempuan Cirebon Diduga Teperangkap Love Scam Tertipu Rp 2,1 Miliar oleh Pria Kamerun

badge-check


					(Kiri) Ali  Widiastuti atau Wiwie bertemu tersangka Heric Simphorien Mbouya (alias William Leboeuf), warga Cirebon keturunan Kamerun. Ibu single parent ini mengaku kena tipu hingga Rp 2,1 miliar, urusannya juga  macet di kepolisian. Foto: Instagram@radarcirebon Perbesar

(Kiri) Ali Widiastuti atau Wiwie bertemu tersangka Heric Simphorien Mbouya (alias William Leboeuf), warga Cirebon keturunan Kamerun. Ibu single parent ini mengaku kena tipu hingga Rp 2,1 miliar, urusannya juga macet di kepolisian. Foto: Instagram@radarcirebon

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CIREBON-  Seorang perempuan warga Cirebon, Jawa Barat bernama Ali Widiastuti atau Wiwie melalui medsos pribadinya berkeluh kesah kepada Bapak Aing, Kang Dedy Mulyadi.

Ia minta tolong untuk membantu menyelesaikan persoalannya dengan seorang pria asal kamerun, yang telah menipunya hingga Rp 2,1 miliar.

Secara singkat, berkisah tentang pertemuannya dengan tersangka Heric Simphorien Mbouya (alias William Leboeuf), warga Cirebon keturunan Kamerun, secara tidak sengaja saat berolahraga di apartemen di Jakarta, mirip kronologi kasus korban WS dari Surabaya.

Tersangka mengaku berasal dari Prancis dan bekerja di Unicef untuk membangun kepercayaan, lalu meminta nomor HP dengan alasan ingin berteman dan menjelajahi Indonesia sebelum pulang.

Proses Penipuan

Hubungan berkembang  cepat setelah perkenalan itu, sehingga Wiwie menyerahkan sejumlah uang dalam jumlah besar kepada tersangka, yang kemudian melakukan pemerasan dan perampokan.

Tersangka tinggal di Kedawung Regency, Cirebon, dan kasusnya belum sepenuhnya terungkap meski sudah dilaporkan ke polisi.

Pola ini serupa dengan WS yang kehilangan Rp2,1 miliar  dengan cara dirampok menggunakan todongan pistol, setelah pertemuan serupa di apartemen pada September 2024, di mana tersangka menggunakan identitas palsu untuk mendekati korban. Video pernyataan Wiwie baru-baru ini menyoroti kronologi lengkap pertemuan hingga kerugiannya.

Heric Simphorien Mbouya, alias William Leboeuf, adalah pria kelahiran Kamerun yang kini berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan tinggal di wilayah Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat—khususnya Desa Kalikoa atau Kedawung Residence.

Ia menyebut bahwa Heric telah menikah seorang perempuan Cirebon, dan berubah kewargaanegaraan Indonesia,  anak pengusaha perikanan yang sanhggat kaya dan sukses. Upaya memintah bantuan mereka cuma menjadi cibiran belaka.

Widiastuti menyatakan, bahkan upaya ini sekaligus untuk mencegah orang asing berbuat kejhatan di Indonesia, dan ingin menghentikan perilakunya yang kejam kepadanya.

Identitas Palsu Heric

Ia sering menggunakan nama samaran William Leboeuf atau William Lebaux, mengaku sebagai warga Prancis yang bekerja di UNICEF untuk membangun kepercayaan korban. Pelaku menikah dengan perempuan lokal di Cirebon dan menunjukkan gaya hidup meyakinkan untuk mendekati target.

Mbouya mendekati korban wanita melalui pertemuan “tak sengaja” di apartemen Jakarta, meminta nomor HP dengan dalih ingin berteman dan jelajahi Indonesia sebelum pulang ke Prancis.

Hubungan cepat berkembang menjadi “love scam”, di mana ia memeras uang besar dengan alasan investasi bisnis, hingga korban menjual aset seperti rumah dan mobil.

Korban utama termasuk WS dari Surabaya yang rugi Rp2,1 miliar sejak Desember 2024, dan Ali Widiastuti (Wiwie) yang mengalami penipuan serta perampokan serupa. WL  telah melapor polisi, tapi penyelidikan mandek; ia bahkan kirim surat terbuka ke Gubernur Jabar. Status hukum Mbouya belum jelas per April 2026.  **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Trending di News