Penulis: Eko Winarto | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, NEGARA-Kemacetan panjang di Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang masih berlangsung hingga Selasa, 17 Maret 2026. Antrean kendaraan mencapai sekitar 20–21 kilometer, menjalar hingga Kecamatan Melaya dan Tuwed, Jembrana. Ribuan pemudik terjebak hingga 17–20 jam sebelum bisa masuk ke area pelabuhan.
Lonjakan arus mudik Lebaran yang bertepatan dengan penutupan operasional pelabuhan untuk Nyepi pada 18–20 Maret membuat kondisi semakin padat. Data ASDP Indonesia Ferry mencatat lebih dari 309 ribu penumpang sudah menyeberang ke Ketapang sejak H-10 hingga H-5 Lebaran, meningkat dibanding tahun lalu.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP mengoperasikan 16 kapal feri berkapasitas besar. Upaya ini sempat mengurangi antrean dari 35 km menjadi sekitar 18–21 km, namun kepadatan tetap tinggi. Polda Bali bersama petugas pelabuhan melakukan rekayasa lalu lintas, sementara pemerintah pusat menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pemudik.
Distribusi puluhan ribu anak ayam dari Jawa menuju Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi kendala serius akibat kemacetan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menjelang perayaan Nyepi.
Pada Selasa (17/3/2026) siang, tiga truk pengangkut anak ayam terlihat terparkir terpisah di Dermaga Bulusan, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Di bawah terik matahari, para sopir sengaja mencari lokasi teduh demi menjaga kondisi muatan.
DPR menilai dermaga Gilimanuk sudah “overload” dan mendesak adanya penambahan fasilitas serta perbaikan manajemen arus kendaraan agar kejadian serupa tidak terulang. ***











