Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAK ARTA-Sebanyak 17 penerbangan rute Timur Tengah ke dan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) terkonfirmasi dibatalkan hingga pembaruan pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan data izin rute yang diterbitkan otoritas terkait, terdapat 39 penerbangan rute Timur Tengah yang terjadwal hari ini, terdiri dari 20 penerbangan kedatangan dan 19 penerbangan keberangkatan, dengan rincian 38 penerbangan reguler dan 1 penerbangan charter.
Rute tersebut meliputi Abu Dhabi (AUH) sebanyak 3 penerbangan, Doha (DOH) 8 penerbangan, Dubai (DXB) 4 penerbangan, Istanbul (IST) 2 penerbangan, Jeddah (JED) 17 penerbangan, serta Madinah (MED) 3 penerbangan.
Dari jumlah tersebut, 17 penerbangan terkonfirmasi dibatalkan dengan rincian yaitu:
Rute Abu Dhabi (AUH): Etihad Airways EY474 (kedatangan), EY472 (kedatangan), dan EY473 (keberangkatan).
Rute Doha (DOH): Qatar Airways QR958 (kedatangan), Garuda Indonesia GA901 (kedatangan), Qatar Airways QR956 (kedatangan), QR955 (keberangkatan), QR959 (keberangkatan), dan QR957 (keberangkatan).
Rute Dubai (DXB): Emirates EK356 (kedatangan), EK358 (kedatangan), EK359 (keberangkatan), dan EK357 (keberangkatan).
Rute Jeddah (JED): Saudia Airlines SV822 (kedatangan) dan SV823 (keberangkatan).
Rute Madinah (MED): Saudia Airlines SV820 (kedatangan) dan SV821 (keberangkatan).
Sementara itu, satu penerbangan tercatat telah berangkat, yakni Saudia Airlines SV827 menuju Jeddah. Tiga penerbangan lainnya telah mendarat, yaitu Lion Air JT115 dari Jeddah, Saudia Airlines SV816 dari Jeddah, serta Garuda Indonesia GA969 dari Madinah.
Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menyampaikan bahwa secara umum operasional bandara tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif.
“Penyesuaian jadwal dilakukan sebagai tindak lanjut atas perkembangan situasi operasional pada rute Timur Tengah,” kata dia dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).
Ia menambahkan, penanganan terhadap penumpang terdampak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku melalui koordinasi intensif bersama maskapai penerbangan untuk pembaruan jadwal dan penanganan calon penumpang di bandara, bersama AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara, serta dengan unsur aparat keamanan guna memastikan situasi bandara tetap terjaga.***









