Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Menhub Buka Opsi Modifikasi Cuaca untuk Kelancaran Mudik 2026

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan (Menhub) meminta seluruh pemangku kepentingan mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen memastikan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran berjalan aman dan lancar.

“Kami terus berupaya agar penyeberangan ataupun mobilitas dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera atau sebaliknya dapat terlayani dengan baik. Sehingga kami mempersiapkan segala pelayanan,” ujar Dudy.

Menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi, Kementerian Perhubungan akan memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Berkaitan dengan cuaca ekstrem, kami juga akan berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan lancar,” katanya.

Dilansir dari Antara, Menhub juga membuka kemungkinan dilakukannya modifikasi cuaca apabila kondisi di lapangan mengharuskan, terutama untuk menjamin keselamatan dan kelancaran penyeberangan.

“Kita akan melihat kondisinya sampai dengan saat pelaksanaan posko Angkutan Lebaran pada 13 Maret. Dan pihak kepolisian pun sudah melakukan operasinya sebelum 13 Maret,” ucapnya.

Selain faktor cuaca, pemerintah juga mewaspadai potensi gelombang tinggi di lintasan penyeberangan, yang kerap memengaruhi jadwal kapal dan kepadatan kendaraan di pelabuhan.

Menhub menyebut telah ada rekomendasi penambahan personel gabungan untuk mendukung pengendalian kemacetan serta mitigasi risiko kecelakaan selama Angkutan Lebaran 2026.

Dudy menegaskan, kelancaran Angkutan Lebaran 2026 membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, dan aparat keamanan.

Ia memastikan seluruh persiapan, termasuk operasional posko Angkutan Lebaran dan manajemen lalu lintas di titik-titik krusial, terus dimatangkan guna mengurangi risiko gangguan perjalanan akibat faktor cuaca maupun lonjakan volume penumpang. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional