Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Begini Cara Menyimpan Nasi yang Aman untuk Kesehatan

badge-check


					Hasil Sidang Isbat penentuan 1 Kemena-NU jatuh 19 Febaruari 2026. Foto: Instagram@infobanyuwangi Perbesar

Hasil Sidang Isbat penentuan 1 Kemena-NU jatuh 19 Febaruari 2026. Foto: Instagram@infobanyuwangi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Nasi merupakan sumber karbohidrat yang biasanya dimasak dalam jumlah banyak dan disimpan sebagai bekal makan siang.

Namun dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri interbensional yang berbasis di Maryland, dr. Kunal Sood mengatakan cara penyimpanan nasi yang sudah dimasak jika tidak baik dapat menghadirkan risiko keamanan pangan.

“Jika nasi yang sudah dimasak dibiarkan pada suhu ruangan, spora dapat berkecambah, dan bakteri tersebut menghasilkan racun langsung di dalam makanan,” kata Sood, yang dikutip melalui laman Hindustan Times, Senin (16/2).

Menurut Dr. Sood, ada anggapan umum bahwa memasak dan memanaskan kembali nasi membuat makanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Namun, nasi sering mengandung spora Bacillus cereus, yang dapat bertahan hidup dalam panas tidak seperti kebanyakan bakteri.

Meskipun pemanasan ulang dapat membunuh bakteri, racun yang dikeluarkan kemungkinan akan tetap ada. Akibatnya, nasi tersebut dapat menyebabkan orang sakit jika dikonsumsi, meskipun terlihat dan berbau baik-baik saja.

Gejala biasanya muncul dengan cepat, seringkali dalam waktu 30 menit hingga enam jam, dan yang paling umum adalah mual dan muntah.

Sood mengatakan ada beberapa keadaan risiko kontaminasi bakteri pada nasi yang disiapkan di antaranya saat nasi dingin perlahan atau telat didinginkan di lemari es, nasi berada di luar lemari es lebih dari dua jam, nasi yang disimpan berhari-hari dan nasi yang dihangatkan berkali-kali.

Meskipun nasi yang didinginkan di lemari es dapat melepas pati menjadi pati resisten yang merupakan jenis serat, dan memanaskannya kembali akan menurunkan kandungan kalori dan menjaga gula darah tetap stabil.

“Pencegahan itu semua tentang waktu dan suhu,” ujar Dr. Sood.

Mengikuti langkah-langkah yang diberikan dapat menurunkan risiko nasi yang sudah disiapkan sebelumnya menjadi berbahaya bagi kesehatan.

Sood mengatakan waktu paling aman untuk mengonsumsi nasi yang sudah dimasak adalah dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam, dan dipanaskan kembali sekali hingga benar-benar panas dan beruap.

Nasi juga sebaiknya didinginkan segera setelah dimasak, atau dipindahkan ke wadah lain dan dinginkan sekitar satu jam pada suhu 4 derajat Celsius.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style