Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

BMKG Deteksi Siklon Luana Berdampak pada Enam Provinsi, Termasuk Jawa

badge-check


					Siklon Luana Perbesar

Siklon Luana

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi terbentuknya Siklon Luana di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Siklon ini memicu peringatan dini cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi pada enam Provinsi di Indonesia.

BMKG menjelaskan, Siklon Tropis Luana berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91S yang telah terpantau beberapa hari terakhir. Sistem tersebut menguat dan memenuhi kriteria siklon tropis pada Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB, dini hari.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyatakan pusat siklon berada di selatan NTT. Meski demikian, dampak tidak langsungnya dirasakan hingga wilayah pesisir selatan Pulau Jawa.

“Keberadaan Siklon Tropis Luana menyebabkan peningkatan kecepatan angin permukaan di wilayah selatan Indonesia. Dampaknya berupa angin kencang yang bersifat merusak dan gelombang laut sangat tinggi,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Januari 2026.

Teguh menambahkan, dampak tidak langsung siklon ini berpotensi memicu angin kencang sejak pagi hingga malam hari. Menurutnya kondisi tersebut diperkirakan terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

BMKG juga mencatat potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi di Jawa Timur dan Bali. Tinggi gelombang di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Barat dan NTT berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat, angin kencang, serta gelombang ekstrem. Selain itu, di Samudra Hindia selatan NTT, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 4 hingga 6 meter.

BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang lokal dan gelombang tinggi di wilayah pesisir selatan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Masyarakat pesisir dan nelayan diimbau tidak memaksakan diri melaut selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.

BMKG memprakirakan Siklon Tropis Luana akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah tenggara dalam 24 jam ke depan. Namun, sisa dampaknya diperkirakan masih dapat dirasakan hingga Minggu, 25 Januari 2026.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional