Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

PLN Gandeng ITS dan ITPLN Siapkan Pengembangan PLTN Pertama Indonesia

badge-check


					PLN Gandeng ITS dan ITPLN Siapkan Pengembangan PLTN Pertama Indonesia Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– General Manajer PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan, Mochammad Soleh, mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Institut Teknologi PLN (ITPLN) untuk berperan aktif dalam rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) perdana di Indonesia.

“ITS sebagai salah satu fondasi penting teknologi di Indonesia. Dengan kekuatan teknologinya yang banyak dapat dikembangkan di ITS,” ujar Soleh di Surabaya, Jumat.

Pemerintah menargetkan operasional PLTN pertama pada 2032 sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dua lokasi yang diproyeksikan menjadi tapak PLTN berada di Sumatera dan Kalimantan, masing-masing dengan kapasitas hingga 250 megawatt.

Soleh menjelaskan, setiap unit pembangkit membutuhkan sekitar 200 tenaga kerja operasional dan pendukung. Dengan dua pembangkit, kebutuhan sumber daya manusia diperkirakan mencapai ratusan orang.

“Mungkin total sampai dengan tenaga pendukungnya kita butuh sampai seribu orang yang siap mengoperasikan dan mendukung operasional PLTN-nya. Kan tidak hanya operatornya, tapi juga penyedia jasa pendukung lainnya,” katanya.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Agus Muhamad Hatta, menilai Indonesia memiliki modal untuk mengadopsi teknologi PLTN yang telah diterapkan secara aman di sejumlah negara. Ia menyebut pengalaman global tersebut dapat menjadi rujukan penting bagi Indonesia.

Menurut Agus, pengembangan PLTN menuntut keterlibatan talenta terbaik dari berbagai bidang keilmuan. ITS, kata dia, siap mendukung melalui beragam program studi seperti teknik elektro, teknik mesin, teknik fisika, hingga Rekayasa Keselamatan Proses.

“Tentu ke depan core teknik nuklir ini juga perlu agar bagaimana riset nuklir ini yang sudah ada bisa dikembangkan, bisa diadaptasi, bahkan dimungkinkan ada temuan-temuan pembangkit nuklir yang inovatif versi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Usaha ITPLN, Dr. Ir. M. Ahsin Sidqi, menekankan pentingnya sinergi antara PLN dan perguruan tinggi agar pemanfaatan PLTN sebagai bagian dari transisi energi dapat optimal. Ia menilai energi nuklir berpotensi menjadi alternatif untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“PLTN nanti mau bangun keamanan yang baseload, istilahnya menggantikan PLT Batu Bara. Sudah andal, bersih, dan harapan kita murah, karena sumber daya bahan bakarnya ada di dalam negeri,” ujar Ahsin.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Menelisik Akar Terorisme (47): Hector Pahlawan Troya Mati Ketakutan

9 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Beroperasi Pakai Ambulans, Petugas Satpol PP Tangkap Pencuri Bangku di Taman Mundu Surabaya

9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Diduga Praktek Mafia Hukum, Istri Cari Keadilan Tiba-tiba Jadi Pengaju Gugatan Cerai di PA Karawang

9 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Trending di News