Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Viral! Mbak Rara Pawang Diusir Abdi Dalem Keraton Jogja saat Prosesi Labuhan

badge-check


					Viral! Mbak Rara Pawang Diusir Abdi Dalem Keraton Jogja saat Prosesi Labuhan. (Tangkap layar FB Acun Hadiwidjojo) Perbesar

Viral! Mbak Rara Pawang Diusir Abdi Dalem Keraton Jogja saat Prosesi Labuhan. (Tangkap layar FB Acun Hadiwidjojo)

Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Sebuah video yang menampilkan Rara Istiati Wulandari, atau yang dikenal Mbak Rara pawang hujan, mendadak viral di media sosial.

Dalam rekaman yang diunggah akun FB Acun Hadiwidjojo, Rara terlihat hadir di prosesi sakral Labuhan Keraton Yogyakarta di Pantai Parangkusumo.

Dalam video tersebut Rara tampil dengan kebaya hitam, jarik batik, riasan lengkap, dan sanggul.

Sekilas, menyerupai pakaian resmi para abdi dalem yang bertugas dalam prosesi tersebut.

Namun, suasana menjadi sorotan ketika ia tampak berbincang dengan seorang abdi dalem sambil memegang ponsel, seolah sedang menelpon.

Tak lama, beberapa abdi dalem lain menghampiri, memicu dugaan publik bahwa Rara diusir dari prosesi.

Klarifikasi Keraton

Menanggapi viralnya video itu, GKR Condrokirono, Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, menegaskan bahwa prosesi Labuhan Parangkusumo pada Senin (19/1/2026) adalah sepenuhnya tugas abdi dalem.

Masyarakat memang boleh hadir, tetapi hanya sebagai penonton dengan menjaga ketertiban.

“Semua pelaksanaan Hajad Dalem kemarin dilakukan oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta. Jika ada pihak luar ingin terlibat, harus ada izin resmi dari Panitrapura,” jelas Gusti Condro.

Labuhan merupakan bagian dari Tingalan Jumenengan Dalem, peringatan naik tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang tahun ini memasuki 38 tahun.

Upacara ini bermakna “labuh” atau membuang sifat buruk, sebagai doa dan pengharapan untuk keselamatan.

Keraton melabuh berbagai ubarampe sakral, mulai dari songsong gilap (payung) hingga kambil watangan (pelana kuda).

Prosesi ini bukan sekadar tradisi, melainkan simbol spiritual yang mengikat masyarakat dengan doa dan harapan, sekaligus menjaga kelestarian budaya Jawa.**

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ada Promo Bright Gas Diskon Rp 25 Ribu, Begini Cara Dapatnya

4 September 2026 - 19:56 WIB

Praktik Curang Produsen Diduga Jadi Penyebab Naiknya Harga Beras

4 September 2026 - 19:45 WIB

Taman Wisata Alam Kawah Ijen Ditutup Sementara Imbas Karhutla

4 September 2026 - 19:33 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Pengampunan Pajak Selama Masih Jabat

3 September 2026 - 18:37 WIB

RI Posisi ke-4 Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia, di Bawah Timor Leste

2 September 2026 - 19:02 WIB

Sertifikasi Halal Berpotensi Buat Harga Kosmetik RI Naik

2 September 2026 - 18:50 WIB

Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir untuk Pertama Kalinya

1 September 2026 - 20:00 WIB

Harga BBM di SPBU Pertamina Naik Mulai 1/9/2026, Cek Rincian Harga

1 September 2026 - 19:35 WIB

Beras Premium Ukuran 5 Kg Langka, Peritel Ungkap Biang Keroknya

1 September 2026 - 19:23 WIB

Trending di Nasional