Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Arif Yulianto: Pemkab Jombang Jangan Berpangku Tangan!

badge-check


					TACB Jombang, Binhard Nurrohman, serta aktivis sejarah di Jombang telah melakukan perintisan sejak enam tahun silan tentang bukti-bukti sejatahj bahwa mendiang Ir Soekarno (bung Karno) lahir di Ploso, Jombang. Saat ini memerlukan dukungan formal dari berbagai kalangan, untuk melakukan aksi memastikann bahwa Titik No Ploso adalah lokasi lahir Bung Karno. Foto: Perbesar

TACB Jombang, Binhard Nurrohman, serta aktivis sejarah di Jombang telah melakukan perintisan sejak enam tahun silan tentang bukti-bukti sejatahj bahwa mendiang Ir Soekarno (bung Karno) lahir di Ploso, Jombang. Saat ini memerlukan dukungan formal dari berbagai kalangan, untuk melakukan aksi memastikann bahwa Titik No Ploso adalah lokasi lahir Bung Karno. Foto:

Penulis: Elok Apriyanto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Pemerhati sejarah di Jombang, Jawa Timur, Arif Yulianto atau akrab disapa Cak Arif, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang agar lebih serius mengelola narasi sejarah Bung Karno lahir di Ploso, Jombang.

Menurutnya, narasi tersebut merupakan aset besar daerah yang berpotensi memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekaligus menambah pendapatan daerah.

Cak Arif menegaskan, narasi sejarah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tidak boleh berhenti sebatas wacana atau perspektif akademik semata.

Ia menilai, Pemkab Jombang harus responsif menangkap peluang sejarah tersebut sebagai modal pembangunan berbasis budaya.

“Dengan narasi sejarah yang ada, seharusnya ini menjadi komitmen kuat Pemkab Jombang. Tidak cukup hanya jadi perspektif, tapi harus diwujudkan dalam kebijakan nyata,” ujar Cak Arif, Minggu 18 Januari 2026.

Berdasarkan kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang serta penelusuran para sejarawan, Bung Karno diyakini lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902.

Keyakinan tersebut didukung oleh sejumlah data tertulis maupun cerita tutur yang berkembang di masyarakat.

“Seharusnya ini menjadi kebanggaan besar bagi Jombang. Bung Karno adalah proklamator sekaligus Presiden pertama RI, dan diyakini lahir di wilayah kita,” tegas Cak Arif.

Cak Arif menyebut, sejumlah langkah konkret dapat segera dilakukan Pemkab Jombang. Di antaranya adalah penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya peringkat kabupaten, diikuti dengan upaya pelestarian dan pemanfaatan yang terencana.

Ia juga mengungkapkan, bekas rumah kelahiran Bung Karno di Ploso hingga kini masih berstatus milik pribadi. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kalau memang masih milik pribadi, ini harus mulai dipikirkan. Bila perlu dibeli oleh Pemkab Jombang. Ini jejak orang penting bangsa, sudah semestinya diperlakukan secara istimewa,” ujarnya.

Lebih jauh, Cak Arif menekankan pentingnya rekonstruksi rumah kelahiran Bung Karno, penataan lingkungan sekitar, hingga pengembangan UMKM lokal sebagai bagian dari destinasi wisata sejarah.

“Ini aset luar biasa. Kalau dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya soal sejarah, tapi juga ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Senada dengan itu, Budayawan Jombang Nasrul Ilah sebelumnya juga menyatakan bahwa narasi Bung Karno lahir di Jombang merupakan kebanggaan tersendiri bagi daerah.

“Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri, Bung Karno lahir di Jombang,” ujar Nasrul Ilah atau Cak Nas, yang merupakan adik kandung dari budayawan MH. Ainun Najib.

Ia berharap, jika nantinya Situs Kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso resmi ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, pemerintah dapat segera melakukan pemugaran.

Tak hanya itu, Cak Nas juga menekankan pentingnya transformasi nilai-nilai kebangsaan di kawasan tersebut, terutama bagi generasi muda dan pelajar.

“Ketika dikembangkan menjadi destinasi wisata warisan sejarah, nilai-nilai kebangsaan yang dicetuskan Bung Karno harus diajarkan dan dihidupkan di lokasi itu,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Trending di News