Menu

Mode Gelap

Internasional

Pidato Trump: Ambil Alih Venezuela dan Berjanji Sejahterakan Warganya

badge-check


					Presiden Donald Trump berpidato pasca penangkapan Nicolas Maduro, Presiden Venezuela. Ia menyatakan AS akan menjalankan pemerintah di negera itu, serta berjanji akan menyejahterakan rakyat, dengan mengelola sumber minyak di negera itu, Sabtu 3 Januari 2025, waktu setempat.  Foto: Instagram@kumparan Perbesar

Presiden Donald Trump berpidato pasca penangkapan Nicolas Maduro, Presiden Venezuela. Ia menyatakan AS akan menjalankan pemerintah di negera itu, serta berjanji akan menyejahterakan rakyat, dengan mengelola sumber minyak di negera itu, Sabtu 3 Januari 2025, waktu setempat. Foto: Instagram@kumparan

Penulis: Jacobus E. Lato   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, NEW YORK- Presiden Donald Trump menyampaikan pidato di Mar-a-Lago, Sabtu pada 3 Januari 2026, mengumumkan pengambilalihan sementara Venezuela oleh AS usai penangkapan Nicolas Maduro. Beberapa kutipan langsung dari pidato tersebut telah dilaporkan oleh berbagai media.

Trump menyatakan: “Kami akan mengelola ini hingga kami melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Kami tidak bisa mengambil risiko jika ada pihak yang mengambil alih tanpa memikirkan kebaikan rakyatnya.”

“We’re going to have our very large… United States of America… will make the people of Venezuela rich, independent, and safe.” (Kami akan menjadi negara besar…Amerika Serikat.., akan akan membuat warga Zeneuela kaya, merdeka dan aman).

Trump mengakui ada sejumlah korban dalam aksi penangkapan Maduro. “Beberapa orang tertembak, tetapi mereka kembali dan terlihat dalam kondisi yang sangat baik.  Ada satu yang tertembak cukup parah, sebuah helikopter, tetapi kami berhasil memulangkannya.”

Trump menekankan bahwa AS akan menjalankan negara (memerintah) tersebut hingga transisi yang aman dan bijaksana dilakukan. Dan akan mengerahkan perusahaan untuk mengelola minyak disana.

Trump mengklaim operasi tersebut melibatkan kekuatan militer AS untuk mencegah kekosongan kekuasaan yang bisa dimanfaatkan pihak lain. Ia menunjuk pejabat seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengelola transisi. Trump juga menyatakan keterbukaan untuk mengerahkan pasukan AS di lapangan jika diperlukan.

Isu Minyak

Trump secara eksplisit menyebut bahwa AS akan mengganti biaya pendudukan melalui cadangan minyak Venezuela, yang menjadi fokus berulang dalam pidatonya.

Ia menegaskan bahwa pendudukan ini tidak akan merugikan AS secara finansial karena pendapatan dari minyak akan menutupinya. Pernyataan ini memicu sorotan internasional terkait motif ekonomi.

Pidato Trump menggemakan pendekatan masa lalu AS di Irak dan Afghanistan, dengan risiko pendudukan jangka panjang. Beberapa laporan menyebutkan kontak dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez untuk koordinasi transisi. Situasi ini masih berkembang dan memicu kecaman dari berbagai pihak.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Grand Max, Pikup dan Truk Jatuh ke Jurang 50 M, Longsor di Ngadiwono Bromo

2 Maret 2026 - 23:19 WIB

Tak Bisa Bedakan Lawan dan Kawan, Rudal Kuwait Rontokkan Tiga Pesawat F-15 E Milik Amerika

2 Maret 2026 - 23:03 WIB

Drone Iran Terjang Kilang Ras Tanura Arab Saudi Terbakar, Harga Minyak Naik 10 %

2 Maret 2026 - 22:32 WIB

3 Maret 2026, Bangsa Indonesia Bisa Nonton Gerhana Blood Moon Paling Indah

2 Maret 2026 - 22:14 WIB

Selat Hormuz Memanas, Kargo Minyak RI dari Arab Ketahan

2 Maret 2026 - 21:25 WIB

564 Ribu Tiket KA Lebaran Terjual, Sisa 89 Ribu Kursi

2 Maret 2026 - 20:44 WIB

Gondola Terombang-ambing Angin Saat Hujan Deras, Dua Pekerja Apartemen Ascott Surabaya Tewas dan Luka-luka

2 Maret 2026 - 20:41 WIB

Ramadhan Bareng Tring! Tiga Hari Ajang Transaksi Halal di Pegadaian Penuh Hadiah

2 Maret 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Jombang Mulai Menyegel 297 Tower BTS tanpa Dilengkapi Sertipikat Laik Fungsi

2 Maret 2026 - 18:06 WIB

Trending di News