Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Panen Awal Tahun 2026 di Perak Jombang: Harga Gabah Stabil Rp 7000-7200/ Kg

badge-check


					Panen Awal Tahun 2026 di Perak Jombang: Harga Gabah Stabil Rp 7000-7200/ Kg Perbesar

Penulis: Elok Aprianto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Petani di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat angin segar di awal musim panen padi dengan harga gabah kering panen (GKP) yang stabil di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.200 per kilogram di tingkat petani. Harga ini belum termasuk biaya operasional seperti sewa mesin combine harvester.

Kestabilan harga gabah di Jombang dikonfirmasi Kusaini, salah satu tengkulak gabah di Desa Pagerwojo. Ia menyebut harga GKP saat ini masih berada pada level normal. “Masih normal. Gabah dari sawah atau panen sekarang di kisaran Rp 7.000 sampai Rp 7.200 per kilogram, tergantung kualitasnya,” ujar Kusaini, Sabtu 3 Januari 2026.

Namun, Kusaini menegaskan harga tersebut belum bersih karena petani masih harus menanggung biaya panen. “Belum bersih karena masih ada biaya sewa mesin combine,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Perak, Fathulloh, mengatakan sejumlah desa di wilayah Perak sudah mulai memasuki masa panen, meski belum serempak.

“Di Perak ini sudah mulai panen, tapi masih awal. Puncaknya kemungkinan terjadi pada Januari 2026,” jelas Fathulloh.

Ia menyebutkan, harga gabah di Desa Pagerwojo relatif lebih tinggi, berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 7.100 per kilogram.

Menurutnya, kualitas hasil panen dan keserempakan waktu panen sangat memengaruhi harga jual gabah petani. “Semakin serempak dan kualitasnya bagus, harga gabah juga cenderung lebih tinggi,” katanya.

Berdasarkan data PPL, luas tanam padi di Kecamatan Perak mencapai sekitar 1.428 hektare. Desa Pagerwojo menjadi salah satu wilayah yang konsisten menerapkan pola tanam padi tiga kali dalam setahun.

Sementara itu, beberapa desa lain seperti Temuwulan, Glagahan, dan Sembung, sebagian lahannya dialihkan untuk komoditas jagung sebagai bagian dari diversifikasi pertanian.

Program intensifikasi pertanian di Kecamatan Perak juga didukung melalui optimalisasi lahan (oplah) di lima desa, yakni Sembung, Sumberagung, Sukorejo, Jantiganggong, dan Cangkringrandu. Selain itu, pemerintah turut memfasilitasi pompa sibel untuk mendukung pengairan lahan pertanian.

“Untuk yang baru panen di Cangkringrandu masih sekitar 20 persen. Jadi puncak panennya memang diperkirakan Januari,” pungkas Fathulloh.

Kestabilan harga gabah di awal musim panen ini menjadi indikator positif bagi ketahanan ekonomi petani di Jombang. Meski demikian, petani tetap diimbau menghitung secara cermat biaya operasional, khususnya sewa alat mesin pertanian (alsintan), agar keuntungan yang diperoleh tetap optimal.

Pemantauan harga gabah menjelang puncak panen juga diharapkan terus dilakukan oleh para pemangku kepentingan guna mengantisipasi fluktuasi harga yang berpotensi merugikan petani.

Dengan luas tanam yang signifikan serta dukungan program intensifikasi, sektor pertanian di Kecamatan Perak, Jombang, terus menunjukkan peran strategis dalam menopang ketahanan pangan regional. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Membuka dan Menutup Muktamar ke 35, Presiden Prabowo Terima KTA NU dari KH Miftachul Akhyar

31 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Trending di News