Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Mencekam Massa Kaligedang Menggeruduk dan Menyandera Kapolsek Ijen Iptu Suherdi

badge-check


					Masa dari desa Kaligedang, Ijen, membawa senjata celurit mengepungm menyeret keluar Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, minta agar warga yang ditangkap dibebaskan. Persitiwa ini terjadi, Senin pagi 17 November 2025, Kapolsek kemudian dibebaskan oleh TNI dan Polres Situbondo. Foto: kabarrakyat.id Perbesar

Masa dari desa Kaligedang, Ijen, membawa senjata celurit mengepungm menyeret keluar Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, minta agar warga yang ditangkap dibebaskan. Persitiwa ini terjadi, Senin pagi 17 November 2025, Kapolsek kemudian dibebaskan oleh TNI dan Polres Situbondo. Foto: kabarrakyat.id

Penulis: Yoli Andi Purnomo   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BONDOWOSO- Suasana mencekam terjadi di Polsek Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Senin pagi, 17 November 2025, akibat kantor polisi tersebut  dikepung dan diserbu oleh ratusan warga desa Kaligedang.

Warga yang menyerbu Polsek Ijen adalah ratusan orang rata-rata membawa senjata celurit datang dari Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.

Mereka datang untuk menanyakan dan meminta klarifikasi terkait penangkapan salah satu warga desa mereka yang ditangkap diduga terlibat dalam perusakan kebun kopi milik PTPN.

Massa yang emosi ini kemudian menyerbu dan menarik paksa Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, keluar dari kantor Polsek.  Insiden ini dipicu oleh penangkapan seorang petani yang diduga terlibat dalam kasus perusakan tanaman kopi. Warga yang marah mendatangi Polsek untuk menuntut pembebasan petani tersebut.

Dalam kericuhan yang terjadi, Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, sempat diseret keluar dari kantor polisi oleh massa dan diikat tangannya dengan tali tambang.

Massa yang sebagian terdiri dari perempuan dan laki-laki ini bahkan merangsek masuk ke dalam kantor Polsek dan terjadi dorong-mendorong dengan aparat polisi yang berusaha menghalau.

Polisi dan TNI diterjunkan untuk mengamankan situasi, yang kemudian mulai kondusif meskipun penjagaan ketat tetap dilakukan.

Dugaan penculikan terhadap petani itu juga menjadi salah satu alasan kemarahan massa. Peristiwa ini sempat terekam dalam video amatir yang memperlihatkan aksi massa tersebut dan tersebar luas di media sosial.

Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, yang sempat ditarik paksa dan diikat oleh massa saat kantor Polsek Ijen diduga diserbu oleh warga, akhirnya dibebaskan oleh aparat kepolisian dan TNI yang datang mengamankan situasi.
Personel TNI yang membantu membebaskan Iptu Suherdi, Kapolsek Ijen, berasal dari Kodim 0822 Bondowoso. Dalam kejadian penyanderaan dan penarikan paksa Kapolsek oleh massa warga Desa Kaligedang pada 17 November 2025, Kodim 0822 yang dipimpin oleh Letkol Arh Achmad Yani bersama aparat kepolisian Polres Bondowoso langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi dan membebaskan Kapolsek tersebut.
Kehadiran dan operasi gabungan TNI-Polri berhasil mengamankan Kapolsek dan menenangkan situasi di Polsek Ijen.
Setelah aksi massa mereda dan aparat memasuki lokasi kejadian, kondisi Iptu Suherdi dipastikan baik dan dia dilepaskan dari kepungan massa oleh polisi dan TNI yang bertugas menjaga keamanan di Polsek Ijen.
Pembebasan Iptu Suherdi dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI yang turun tangan mengendalikan kericuhan tersebut.​

Perusakan kebun kopi milik PTPN Ijen yang menyebabkan ribuan pohon kopi rusak diperkirakan terjadi pada Minggu malam tanggal 12 Oktober 2025 atau dini hari tanggal 13 Oktober 2025. Kerusakan ini baru diketahui oleh pihak PTPN pada pagi harinya setelah kejadian.

Selain itu, perusakan kembali terjadi pada 18 Oktober 2025 dan bahkan kejadian terbaru merusak sekitar 20 ribu pohon kopi terjadi pada 5 November 2025 di lokasi yang sama di Kecamatan Ijen, Bondowoso. Perusakan tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi PTPN I Regional V.​

Kronologi perusakan kebun kopi PTPN di Ijen, Bondowoso pada Oktober-November 2025 adalah sebagai berikut:
  • Perusakan pertama terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2025, dengan penebangan sekitar 6.661 pohon kopi muda di Desa Kaligedang. Kejadian ini baru diketahui pagi harinya oleh karyawan PTPN yang hendak bekerja. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Kejadian ini dilaporkan ke polisi dan pihak keamanan melakukan penyisiran di lokasi.​

  • Pada 18 Oktober 2025, pengrusakan kembali terjadi di Afdeling Kampung Malang, Kecamatan Ijen, dengan ratusan pohon kopi yang dirusak. Kasus ini juga dilaporkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.​

  • Pada 5 November 2025, perusakan yang paling besar terjadi di kawasan Blok Ulangan Dusun Kalisengon, Desa Kaligedang, dengan sekitar 18.000 pohon kopi ditebang. Penemuan kejadian ini pertama kali oleh seorang warga yang kemudian memberitahu PTPN dan aparat keamanan. Polisi, TNI, dan Brimob melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan jejak-jejak serta alat yang diduga terkait perusakan. Sampai saat ini, motif dan pelaku masih dalam penyelidikan polisi.​

  • Penangkapan salah satu warga desa yang diduga terlibat dalam perusakan memicu kemarahan warga, sehingga mengakibatkan penyanderaan Kapolsek Ijen Iptu Suherdi oleh massa yang protes penangkapan tersebut. Situasi ini berhasil dikendalikan setelah beberapa waktu.​

Demikian kronologi utama kejadian perusakan kebun kopi PTPN di Ijen selama Oktober hingga November 2025 beserta dinamika sosial yang muncul akibat penanganannya oleh aparat kepolisian. Semua tindakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan pelaku sebenarnya.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuntut Keadilan, 50 Perwakilan Karyawan PT SGS Unjuk Rasa di Disnaker Jombang

17 Juli 2026 - 21:12 WIB

Runway Bandara Juanda Direvitalisasi, Airbus A380 Ditarget Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah karena Faktor Ekonomi

17 Juli 2026 - 19:53 WIB

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Trending di Nasional