Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Atasi Stres dan Cemas, Anak Muda di China dan Korsel Mengisap Dot

badge-check


					Ilustrasi mengisap dot Perbesar

Ilustrasi mengisap dot

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Di China dan Korea Selatan, kini sedang tren banyak anak muda mengemut dot, yang biasanya untuk bayi, agar membantu mereka meredakan stres, kecemasan, hingga insomnia.

Dulunya khas untuk bayi, dot kini malah jadi simbol self-healing untuk banyak anak muda di kedua negara itu.

Dot untuk dewasa ini berukuran lebih besar, namun tetap dengan pilihan warna yang menggemaskan. Produk ini dibanderol dengan harga bervariasi, antara 10 sampai 500 yuan (sekitar Rp20 ribu hingga Rp1 juta), menurut laporan dari media The Cover.

Dot untuk dewasa ini juga diklaim mampu membantu mengurangi stres, membuat tidur lebih nyenyak, menghentikan kebiasaan merokok, dan mendukung teknik pernapasan yang lebih baik.

Oleh karena itu, produk ini laris manis hingga terjual sekitar 2.000 unit per bulan, menurut berbagai toko online, dalam laporan South China Morning Post.

Tren mengisap dot dewasa ini pun viral di media sosial China. Salah satu video yang menjelaskan dot dewasa ini bahkah telah ditonton lebih dari 60 juta kali di salah satu platform.

“Saya suka banget kualitasnya, lembut, dan nyaman saat saya isap. Enggak bikin susah napas juga,” kata salah satu pembeli di platform belanja terkemuka di China.

“Dot ini luar biasa bantu saya berhenti merokok. Ada rasa nyaman secara psikologis dan bikin saya nggak gelisah pas lagi stop merokok,” ujar pengguna lain.

Seorang pembeli lain berkata: “Kalau lagi stres banget karena kerjaan, saya isap dot ini. Rasanya kayak kembali ke masa kecil, ada rasa aman yang bikin tenang.”

Tapi, para dokter mengingatkan soal potensi risiko kesehatannya.

“Bahaya yang mungkin terjadi pada mulut pelanggan akibat dot ini, dan ini sengaja tidak dihiraukan oleh para penjualnya,” kata Tang Caomin, dokter gigi dari Chengdu, provinsi Sichuan di China.

Menurutnya, penggunaan dot dalam jangka panjang bisa bikin mulut jadi susah dibuka lebar dan menimbulkan rasa sakit saat mengunyah.

“Kalau dot ini diisap lebih dari tiga jam sehari, posisi gigi kamu bisa berubah setelah setahun,” tambah Tang.

Ia juga memperingatkan bahwa bagian dari dot tersebut bisa tersedot masuk ke saluran napas saat seseorang sedang tidur.

Sementara itu, psikolog dari Chengdu, Zhang Mo, mengungkapkan mereka yang menggunakan dot ini mungkin punya kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

“Solusi yang sebenarnya bukan dengan memperlakukan diri sendiri seperti anak kecil, tapi menghadapi tantangan itu secara langsung dan menyelesaikannya,” katanya kepada The Star. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dari Matras Kamar Sempit hingga Raksasa Teknologi: Kisah Ren Zhengfei Membangun Huawei Lewat Badai Krisis

10 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dari Inggris hingga Singapura, Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

1 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya

29 September 2026 - 20:48 WIB

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

Trending di Internasional