Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Gus Fahrur Ketua Tanfidziyah PB NU, Jabat Komisaris PT Gag Nikel Raja Ampat

badge-check


					H. Ahmad Fahrur Rozi, yang akrab disapa Gus Fahrur, adalah pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Malang. Selain itu, ia juga menjabat sebagai komisaris PT Gag Nikel, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Instagram@gus_fahrur

Perbesar

H. Ahmad Fahrur Rozi, yang akrab disapa Gus Fahrur, adalah pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Malang. Selain itu, ia juga menjabat sebagai komisaris PT Gag Nikel, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Instagram@gus_fahrur

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MALANG- Ahmad Fahrur Rozi, yang aGus Fahrur Ketua tanfkrab disapa Gus Fahrur, adalah pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Malang. Selain itu, ia juga menjabat sebagai komisaris PT Gag Nikel, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya.

PT Gag Nikel adalah anak usaha PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dan telah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) resmi sejak 2017, dengan aktivitas eksplorasi yang sudah berlangsung sejak 1998.

Gus Fahrur juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama dan saat ini menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU periode 2022-2027.

Ia menanggapi polemik terkait aktivitas tambang di Raja Ampat dengan menyatakan bahwa lokasi tambang berada di Pulau Gag yang bukan kawasan wisata, berbeda dengan kawasan wisata Piaynemo yang berjarak sekitar 40 kilometer dari lokasi tambang.

Ia juga menegaskan bahwa izin usaha pertambangan PT Gag Nikel sah secara hukum dan operasional perusahaan sudah sesuai prosedur, termasuk pemenuhan dokumen AMDAL dan pemantauan rutin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan instansi terkait.

Gus Fahrur mengkritik penyebaran informasi yang dianggap menyesatkan dan manipulasi gambar terkait tambang di kawasan wisata Raja Ampat, mengajak masyarakat untuk menunggu klarifikasi resmi dari pemerintah dan menjaga kelestarian lingkungan berdasarkan informasi yang akurat.

Secara singkat, Gus Fahrur adalah seorang ulama dan pengasuh pesantren yang juga aktif sebagai komisaris di perusahaan tambang PT Gag Nikel, yang tengah menjadi sorotan terkait aktivitas tambang di Raja Ampat.

Tak terkait NU
Gus Fahrur menjelaskan bahwa perannya sebagai komisaris PT Gag Nikel adalah keputusan pribadi dan tidak mewakili organisasi Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya di perusahaan tersebut bukan atas nama PBNU, melainkan sebagai individu.

Mengenai kontroversi aktivitas tambang di Raja Ampat, Gus Fahrur menyatakan bahwa PT Gag Nikel telah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) resmi sejak 2017, dengan izin eksplorasi yang diterbitkan sejak 1998.

Ia juga menegaskan bahwa operasional perusahaan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pemenuhan dokumen AMDAL dan pengawasan rutin dari Kementerian Lingkungan Hidup serta lembaga pemerintah terkait.

Gus Fahrur membantah klaim bahwa aktivitas tambang merusak kawasan wisata Raja Ampat, dengan menjelaskan bahwa lokasi tambang berada di Pulau Gag yang bukan kawasan wisata dan berjarak sekitar 40 kilometer dari kawasan wisata Piaynemo.

Ia juga menyesalkan penyebaran foto hasil editan AI yang menyesatkan masyarakat dengan menggabungkan gambar tambang dan kawasan wisata, sehingga menciptakan narasi yang tidak tepat.

Singkatnya, Gus Fahrur menegaskan bahwa keterlibatannya di PT Gag Nikel adalah secara pribadi, bukan mewakili PBNU, dan bahwa aktivitas tambang dilakukan sesuai izin resmi dan prosedur yang berlaku, sambil mengkritik narasi negatif yang dianggap menyesatkan publik terkait dampak lingkungan di Raja Ampat. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 168 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Karhutla Gambut Bisa Diprediksi Secara Sains

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trans Jatim Koridor Malang Raya Diluncurkan 30 Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Aturan Baru Ojol 2026: Pengemudi Bebas Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Trending di News