Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

IHSG Disuspensi (Trading Halt) Usai Turun 5 Persen

badge-check


					Turun 5 persen IHSG dihentikan sementara Perbesar

Turun 5 persen IHSG dihentikan sementara

Penulis: Mulawarman | Editor:  Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga siang hari ini semakin dalam. Pukul 11.15 WIB, IHSG turun 313,46 poin atau setara dengan pelemahan 4,84% ke level 6.158.

Tak lama berselang, IHSG turun 325,04 poin atau setara 5,02% ke level 6.146,91 jelang penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (18/3/2025), sehingga perdagangan di bursa saham harus dihentikan sementara (trading halt).

Kebijakan trading halt diatur dalam Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Nomor S-274/PM.21/2020 tanggal 10 Maret 2020 yang menyatakan apabila terjadi penurunan IHSG yang sangat tajam dalam satu hari, maka BEI harus melakukan tindakan berikut:

Menghentikan perdagangan saham selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lebih dari 5 persen.
Menghentikan perdagangan saham selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan lebih dari 10 menit.
Trading suspend jika IHSG mengalami penurunan lanjutan sampai lebih dari 15 persen. Proses trading suspend bisa berlangsung hingga akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi setelah mendapatkan persetujuan OJK.

Transaksi perdagangan saham didominasi aksi jual dengan volume mencapai 12,65 miliar saham dan nilai transaksi Rp7,89 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 707 ribu kali diperjualbelikan.

Hanya ada 107 saham yang menguat. Sedangkan sebanyak 515 saham melemah dan 171 saham lainnya tidak bergerak.

IHSG sudah terkoreksi sejak awal perdagangan pagi tadi. langsung melemah sesaat setelah pembukaan hingga posisi terendahnya mencapai 6.170 pada perdagangan Selasa (18/3/2025).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG mencatat penurunan terdalam nomor satu di Asia dan juga ASEAN.

Koreksi tajam IHSG terjadi di tengah sentimen net sell investor asing yang sangat masif di pasar saham mencapai Rp24 triliun di sepanjang tahun. Dan belum ada tanda pembalikan ke arah positif.

Analis Mirae Asset Sekuritas memaparkan, dalam 2 hari ke depan akan ada BI Rate dan Fed Rate, sehingga pelaku pasar memilih untuk keluar sementara dari pasar.

“Sementara pekan depan, perdagangan akan lebih sepi, karena menjelang libur Hari Raya Idul Fitri. Bursa akan libur selama 7 hari (28 Maret – 7 April),” mengutip riset Mirae Asset, Selasa.

IHSG juga didorong oleh kejatuhan harga saham kapitalisasi besar seperti saham DCII mencapai 20% dan jadi pemberat 38,46 poin bagi IHSG.

Tercatat saham-saham unggulan Big Caps mengalami penurunan dengan nilai cukup besar pada perdagangan hari ini:

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) ambles 20% ke Rp115.800/saham. Total transaksi Rp2,38 miliar
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ambles 19,55% ke Rp5.350/saham. Total transaksi Rp153 miliar
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ambles 13,54% ke Rp4.950/saham. Total transaksi Rp125 miliar
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ambles 5,98 ke Rp4.400/saham. Total transaksi Rp812 miliar

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ramai Boikot Produk RI di Malaysia hingga Pemerintah Buka Suara

9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Resmi Terbit! Perpres Ojol Atur Biaya Platform Maksimal 8 Persen

8 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Penjualan Sepeda Motor September 2026 Melonjak 15,37%, Tembus 654 Ribu Unit

8 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Sembilan Hakim MK Kini Menghadapi Sidang Etik di MKMK

8 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Waspada Impostor Content: Modus Baru Penipuan Digital yang Catut Nama Pejabat

7 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Mendag Ungkap Penyebab Harga Kedelai Mahal

6 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Menanti Kehadiran Nusron Wahid di Meja Saksi KPK Pekan Ini

6 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Sepanjang 2026 Semeru Catatkan Letusan ke-1924, Termasuk Hari Ini

6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Trending di Nasional