Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Ramai Boikot Produk RI di Malaysia hingga Pemerintah Buka Suara

badge-check


					Salah satu produk diboikot Perbesar

Salah satu produk diboikot

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWSC.COM, JAKARTA-Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso angkat bicara mengenai seruan boikot terhadap produk Indonesia di Malaysia. Seruan tersebut mencuat di media sosial dan ditujukan terhadap berbagai restoran Indonesia yang membuka gerai di Malaysia.

Budi menilai seruan boikot ini hanya sesaat. “Ini kan mungkin cuman ya karena sesaat aja,” ujar Budi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Budi menjelaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan Atase Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Ia memastikan seruan tersebut tidak berdampak besar pada hubungan perdagangan.

“Kami sudah komunikasi juga dengan atase perdagangan, dengan perwakilan KBRI. Ini nggak ada masalah, oke aja, nggak ada masalah,” jelas Budi.

Isu ini berawal dari unggahan netizen pemilik akun @mee.zsa yang membagikan daftar sejumlah merek F&B Indonesia dalam bahasa Melayu. Dalam unggahannya, akun tersebut mengajak warganet setempat untuk memboikot produk-produk tersebut.

“Ayo boikot produk Indonesia. Tolong bagikan ulang ya kawan-kawan. Berikut daftar nama franchise serta produk makanan dan minuman (F&B) milik Indonesia yang beroperasi di Malaysia, termasuk kopi, teh, es krim,” tulis akun tersebut.

Daftar nama gerai restoran Indonesia yang membuka di Malaysia itu di antaranya ada Kenangan Coffee, Ai-Cha Ice Cream & Tea, MOMOYO, dan lainnya. Ia juga menambahkan keterangan sejak kapan gerainya berdiri dan sudah berapa banyak jumlah gerainya.

Pengunggah utas di Threads tersebut juga menjelaskan dalam unggahan lain mengenai alasannya menyerukan boikot tersebut. Ternyata bukan karena kalah dalam pertandingan bola yang belakangan ini isunya memanas, tapi menurutnya ada unggahan di media sosial yang diduga melakukan penghinaan terhadap Raja Malaysia.

“Sebenarnya tiada niat ribut dengan orang Indonesia, tapi kenapa mereka menghina Raja kita, mantan pemimpin kita. Selama ini mereka berucap macam-macam kita tetap tolong. Tapi kesabaran orang Malaysia ada batasnya,” pungkas sang pengunggah dalam Threads.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Resmi Terbit! Perpres Ojol Atur Biaya Platform Maksimal 8 Persen

8 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Penjualan Sepeda Motor September 2026 Melonjak 15,37%, Tembus 654 Ribu Unit

8 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Sembilan Hakim MK Kini Menghadapi Sidang Etik di MKMK

8 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Waspada Impostor Content: Modus Baru Penipuan Digital yang Catut Nama Pejabat

7 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Mendag Ungkap Penyebab Harga Kedelai Mahal

6 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Menanti Kehadiran Nusron Wahid di Meja Saksi KPK Pekan Ini

6 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Sepanjang 2026 Semeru Catatkan Letusan ke-1924, Termasuk Hari Ini

6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tarif Listrik Q4 2026 Akan Ada Penyesuaian? Ini Kata Bahlil

5 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Trending di Nasional