Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Gunakan Alat Berat Warga Palengaan Pamekasan Robohkan Bangunan Calon Gerai Indomart

badge-check


					Ratusan orang diduga warga Palengaan, Pamekasan, menggunakan alat berat merobohkan bangunan yang direncanakan sebagai gerai Indomart, Pamelkasan,  Rabu pagi. 7 Oktober 2026. Foto: madura.net Perbesar

Ratusan orang diduga warga Palengaan, Pamekasan, menggunakan alat berat merobohkan bangunan yang direncanakan sebagai gerai Indomart, Pamelkasan, Rabu pagi. 7 Oktober 2026. Foto: madura.net

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PAMEKASAN — Pagi hari Rabu ini, 7 Oktober 2026,  suasana di desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, berubah seketika.

Ratusan warga, santri, dan alumni pondok pesantren setempat berdatangan ke lokasi bangunan yang hampir rampung pembangunannya dan direncanakan menjadi gerai Indomaret.

Tanpa hambatan dari pihak mana pun, mereka membawa alat berat berupa bego atau ekskavator, lalu mulai merobohkan struktur bangunan yang telah berdiri kokoh di lahan tersebut.

Yang mencolok dari peristiwa ini adalah ketiadaan pengamanan dari aparat keamanan. Tidak terlihat satupun petugas kepolisian dari Polsek Palengaan yang menjaga lokasi maupun mengatur situasi.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga tidak hadir. Demikian pula Babinsa dari Koramil setempat maupun Babinkamtibmas yang biasanya bertugas menjaga ketenteraman di tingkat desa, tidak tampak di lokasi kejadian.

Pembongkaran berlangsung di bawah pengawasan warga sendiri, tanpa ada upaya pencegahan atau penghentian dari pihak berwenang hingga bangunan itu roboh. Bahkan sudah disiapkan alat berat berupa bechoe di lokasi.

Ratusan Orang

Peristiwa pembongkaran ini bukanlah terjadi secara tiba-tiba. Ia merupakan puncak dari serangkaian langkah yang dilakukan para tokoh masyarakat dan ulama se-Kecamatan Palengaan.

Dipimpin oleh H. Muhdar Abdullah, Ketua Yayasan Al Miftah Panyeppen, para tokoh agama telah berulang kali menyampaikan keberatan mereka.

Bersama puluhan alumni pondok pesantren dan tokoh masyarakat, mereka melakukan audiensi resmi ke Pendopo Mandhapa Agung Ronggosukowati, menghadap Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyatakan sepakat menghentikan pembangunan gerai tersebut dengan alasan menghormati aspirasi para ulama serta menjaga stabilitas sosial di wilayah yang dikelilingi banyak pondok pesantren, salah satunya Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata.

Muncul Ancaman

Selasa, 6 Oktober 2026, sehari sebelum perobohan, tiga orang perwakilan yang bertindak atas nama 14 Pengasuh Pondok Pesantren se-Kecamatan Palengaan kembali mendatangi Bupati.

Mereka menyerahkan surat tuntutan tertulis yang menegaskan sikap para kiai untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil yang dikhawatirkan akan terdesak jika ritel modern tersebut beroperasi.

Bahrowi, perwakilan rombongan alumni dan santri, secara vokal menyampaikan di ruang publik bahwa jika pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan tegas, maka masyarakat sendiri yang akan turun tangan.

Namun, di tengah kesepakatan yang telah dijalin, pembangunan fisik di lokasi Desa Panaan ternyata tetap berjalan. Inilah yang dianggap para tokoh agama dan masyarakat sebagai ketidakpastian pelaksanaan keputusan, sehingga mendorong warga untuk mengambil langkah.

Kronologi

  • Juli 2026 Penolakan bermula. Warga dan tokoh agama mulai menyampaikan keberatan atas rencana pendirian gerai Indomaret di Desa Panaan, dikhawatirkan merugikan pedagang kecil dan mengganggu keseimbangan sosial-ekonomi di kawasan pesantren
  • Sebelum 6 Okt 2026 H. Muhdar Abdullah memimpin audiensi ke Bupati Pamekasan. Bupati menyatakan sepakat menghentikan pembangunan dan meminta agar hal tersebut disampaikan kepada masyarakat
  • Selasa, 6 Okt 2026 Tiga perwakilan dari 14 pengasuh ponpes kembali menemui Bupati, menyerahkan surat penolakan resmi tertulis. Namun kabar yang diterima warga, pembangunan fisik di lokasi tidak berhenti
  • Rabu, 7 Okt 2026 — Pagi Ratusan massa berkumpul dan bergerak ke lokasi bangunan.

Tidak ada aparat kepolisian, Satpol PP, Babinsa, maupun Babinkamtibmas yang mengamankan atau mencegah. Alat berat dibawa ke lokasi, lalu perobohan dimulai.

Pintu, tiang, struktur bangunan, hingga papan nama perusahaan diruntuhkan
Pasca-perobohan Bangunan yang hampir selesai kini rata dengan tanah.

Belum ada pernyataan resmi dari Bupati, Kepolisian, maupun pihak perusahaan. Pemerintah daerah belum mengeluarkan sikap resmi terkait kerusakan yang terjadi.

Peristiwa ini mempertemukan dua hal yang sama-sama dijunjung tinggi di masyarakat kita: kepatuhan terhadap hukum negara, dan penghormatan terhadap kesepakatan sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Di satu sisi, pembongkaran bangunan tanpa proses pengadilan bukanlah tindakan yang sesuai aturan.

Di sisi lain, ketegasan para tokoh agama mencerminkan keprihatinan yang mendalam atas nasib ekonomi warga kecil yang selama ini menafkahi keluarganya dari usaha dagang di lingkungan tersebut.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: mengapa ketika terjadi perselisihan yang diketahui sebelumnya, tidak ada aparat yang hadir untuk menjaga ketertiban, melerai, atau mengamankan aset siapapun yang terlibat.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gagal di MK, Denny dan Refly Harun Bawa Pemakzulan Gibran ke Gedung DPR-MR RI

7 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Pikup Terbakar di Peterongan Jombang, Pengemudi Alami Luka Serius Buah Dagangan Ludes

6 Oktober 2026 - 21:28 WIB

5 Orang Luka, 41 Bangunan dan 12 Kendaraan Rusak, Ledakan di Resto Nasi Tempong Pakuwon City

6 Oktober 2026 - 11:54 WIB

MTs Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang Kebakaran, Ruang 8 X 20 M Produksi Air Kemasan Ludes

5 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (65): Suku Indian Diasingkan di Tanahnya Sendiri

5 Oktober 2026 - 19:29 WIB

HUT TNI ke-81, Polres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang

5 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kisah Jasad Deni Chandra Warga Mojowangi Jombang Ditemukan di Perairan Teluk Popoh Tulungagung

5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kerja Bareng Olivia Zalianty-Ndaru Kusumo dan Isyana Sarasvati Lahirkan Ochestra: Pancasila 1 Oktober

5 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Diduga Depresi Berat, Seorang Pria Nekad Gantung Diri

4 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Trending di News