Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Tolak Enam Atlet Senam, Israel Gugat Indonesia ke Peradilan CAS di Swiss

badge-check


					Israel melakukan gugatan kepada Indonesia, ke lembaga arbritrase olaharaga dunia CAS di Swiss. Foto: Instagram@maju.idn
Perbesar

Israel melakukan gugatan kepada Indonesia, ke lembaga arbritrase olaharaga dunia CAS di Swiss. Foto: [email protected]

Penulis: Jacobus E. Lato    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONWS.COM, TEL AVIV– Federasi Senam Israel meluapkan kekecewaan, setelah pemerintah Indonesia menolak memberikan visa bagi para atlet mereka yang hendak berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik Jakarta 2025.

Mereka menilai keputusan tersebut “tidak adil dan mencederai semangat olahraga dunia.” Merasa dirugikan, pihak Israel kemudian mengajukan gugatan terhadap pemerintah Indonesia ke Court of Arbitration for Sport (CAS), lembaga arbitrase olahraga internasional yang berkedudukan di Lausanne, Swiss.

CAS merupakan badan independen yang bertugas menyelesaikan sengketa di dunia olahraga, dengan keputusan yang bersifat final dan mengikat.

Delegasi Israel mengaku telah resmi terdaftar sejak Juli 2025, namun kini partisipasi mereka diblokir sepenuhnya.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia menegaskan sikapnya tetap konsisten mendukung perjuangan Palestina serta menolak segala bentuk hubungan dengan Israel hingga negara tersebut mengakui kedaulatan Palestina.

Efek dari gugatan Israel ke CAS (Court of Arbitration for Sport) terhadap Indonesia berhubungan langsung dengan keputusan Indonesia yang mencabut visa enam atlet senam Israel untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Gugatan ini berpotensi menimbulkan dampak hukum dan diplomatik bagi Indonesia dalam arena olahraga internasional.

Dampak Hukum dan Diplomatik

  • Indonesia menghadapi gugatan resmi dari Federasi Senam Israel di CAS karena penolakan visa untuk atlet Israel, yang dianggap Israel dan FIG (Federasi Senam Internasional) sebagai tindakan yang “sangat tidak pantas” dan mengganggu integritas olahraga internasional.​

  • Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa keputusan pemerintah sudah sesuai dengan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan arahan Presiden Prabowo untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel sampai pengakuan terhadap Palestina.​

  • Indonesia menyatakan siap menghadapi gugatan tersebut secara terhormat dengan mengedepankan aturan dan prinsip yang dipegang teguh oleh negara dalam masalah ini.​

Implikasi bagi Indonesia
  • Gugatan ini dapat menimbulkan tekanan internasional dalam bidang olahraga, karena dapat dianggap sebagai campur tangan politik dalam olahraga yang secara tradisional mengedepankan netralitas.

  • Indonesia dapat mengalami evaluasi dari organisasi olahraga internasional terkait kebijakan visa dan partisipasi atlet asing dalam event berskala dunia.

  • Secara diplomatik, langkah Indonesia memperkuat posisi politiknya dalam isu Palestina, sekaligus menimbulkan reaksi dari pihak Israel dan sekutunya di forum internasional.

Konteks Lebih Luas
  • Keputusan Indonesia menolak visa atlet Israel berangkat dari dukungan kuat terhadap kemerdekaan Palestina dan konflik pendudukan Israel di wilayah Palestina yang sudah mendapat sorotan hukum internasional, misalnya putusan ICJ yang menyatakan pendudukan Israel ilegal namun tanpa efek penegakan yang kuat.​

  • Sebelumnya, isu politik senada juga mempengaruhi dunia olahraga, seperti kasus pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang melibatkan reaksi FIFA dan tekanan internasional.​

Secara keseluruhan, gugatan Israel ke CAS terhadap Indonesia akan menguji keteguhan sikap politik Indonesia di tingkat internasional dalam konteks olahraga dan diplomasi, serta berpotensi memberikan preseden terkait keterlibatan isu politik dalam olahraga internasional. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Trending di News