Menu

Mode Gelap

News

Surabaya Tambah 11 Unit Bus Listrik, Umum Rp 5000 untuk Pelajar/ Mahasiswa Rp 2,500 Begini Cara Membayarnya

badge-check


					Surabaya Tambah 11 Unit Bus Listrik, Umum Rp 5000 untuk Pelajar/ Mahasiswa Rp 2,500 Begini Cara Membayarnya Perbesar

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Pemerintah Kota Surabaya telah meluncurkan 11 unit bus listrik baru beroperasi secara bertahap hingga akhir 2024. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi kemacetan dan polusi di kota tersebut, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi umum..

Bus listrik ini, yang dikenal sebagai Electric City Bus, akan melayani rute berikut:

  • Terminal Purabaya
  • Terminal Bratang
  • Kampus A Universitas Airlangga
  • Kampus C Universitas Airlangga

Rute ini dipilih berdasarkan tingginya permintaan dari masyarakat. Selain itu, ada juga 32 unit Feeder Wira Wiri telah melayani empat rute tambahan:

  • Sier – Kota Lama
  • Terminal Keputih – Kota Lama
  • Terminal Bratang – Shelter Bulak
  • Terminal Menanggal – Terminal Manukan

Pengoperasian bus listrik dilakukan dengan skema Buy The Service (BTS). Dua unit bus listrik akan dioperasikan terlebih dahulu untuk uji coba, sementara unit lainnya akan diluncurkan secara bertahap.

Nyaman dengan pelayanan pramugari untuk menarik tiket via digital dalam bus listrik Surabaya. instagram@surabaya

Bus listrik ini dirancang dengan berbagai fasilitas, termasuk:

  • Kapasitas penumpang: 26 orang
  • Fasilitas khusus untuk penumpang disabilitas
  • Tempat duduk khusus untuk wanita dan lansia
  • Jarak tempuh maksimal: 180 kilometer

Pembayaran untuk layanan ini dapat dilakukan secara digital menggunakan QR code atau kartu non-tunai, dengan tarif sebesar Rp 5.000 berlaku per dua jam. Bagaimana cara membayarnya, di bawah ini penjelasannya.

  1. QRIS: Penumpang dapat menggunakan berbagai aplikasi e-wallet seperti GoPay, ShopeePay, DANA, OVO, dan LinkAja untuk melakukan pembayaran dengan memindai kode QR yang tersedia di bus atau halte.
  2. Kartu Uang Elektronik: Penumpang juga dapat membayar menggunakan kartu uang elektronik seperti Tap Cash BNI, Brizzi BRI, E-Money Mandiri, dan Flazz BCA.
  3. Voucher KIA: Bagi anak yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), mereka dapat menggunakan aplikasi Katepay untuk mendaftarkan KIA dan melakukan pembayaran.
  4. Poin Member Gobis: Penumpang dapat mengunduh aplikasi Gobis Suroboyo dan menggunakan poin member untuk melakukan pembayaran. Poin tersebut bisa diperoleh dengan menukarkan botol plastik di pos penukaran untuk mendapatkan voucher

Tarif:

  • Tarif Umum: Rp 5.000
  • Tarif Pelajar/Mahasiswa: Rp 2.500 (dengan syarat menunjukkan seragam atau kartu pelajar)

Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyatakan bahwa dengan beroperasinya bus listrik ini, diharapkan masyarakat akan lebih nyaman menggunakan transportasi umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Monitoring dan evaluasi terhadap pengoperasian bus akan dilakukan setiap dua minggu untuk menilai antusiasme dan permintaan masyarakat. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Pemkab Jombang Salurkan Insentif Rp1 Juta/ Guru TPQ, Sasar 6.500 Pengajar di 1.816 Lembaga

16 April 2026 - 16:42 WIB

Perayaan 115 ASN Purna Bhakti, Bupati Warsubi: Regenerasi Birokrasi Wajar demi Keberlanjutan

16 April 2026 - 16:26 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:12 WIB

BMKG: Solo Masih Hujan, Dua Hari Banjir Melanda 11 Kalurahan 715 KK

16 April 2026 - 15:54 WIB

Juara Lomba Tulis di Dark Web, Pemuda Pujon Diadili katena Terima Paket Narkoba dari Perancis

16 April 2026 - 11:37 WIB

Temuan Benda Mistis di Dasar Telaga Sarangan, Aiptu Eko S: Jika kesini Tak Usah Neka- neka!

16 April 2026 - 10:07 WIB

Trending di News