Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Super Flu Ditemukan di Bali, Menkes Minta Masyarakat Tenang

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tetap tenang terhadap adanya temuan dua kasus super flu di Bali. Menurutnya, virus tersebut merupakan jenis influenza yang kerap terjadi setiap tahun dengan tingkat kematian sangat rendah.

“Flu ini rutin terjadi karena memang selalu ada. Tapi teman-teman bisa lebih tenang karena fatality rate-nya rendah sekali,” kata Menkes dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.

Ia mengatakan, dua kasus Bali sebenarnya terpapar sejak Oktober 2025. Pasien berusia 40 hingga 50 tahun sempat demam disertai sesak napas.

Keduanya kemudian dirawat di rumah sakit selama beberapa hari hingga kemudian dinyatakan sembuh. “Sampelnya dikirim ke laboratorium Kemenkes dan hasilnya baru keluar pertengahan Januari,” ujarnya.

“Tapi pasiennya sudah sembuh sejak akhir tahun lalu. Jadi memang influenza yang rutin terjadi,” ucapnya.

Menkes menilai super flu bukan kejadian luar biasa nasional. Fenomena ini mengikuti pola influenza musiman saat imun menurun.

Masyarakat diimbau menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Langkah sederhana membantu sistem imun melawan penyakit umum.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Tjandra Yoga Aditama mendorong pemerintah rutin menyampaikan data pemantauan influenza. Hal ini dilakukan agar publik mendapat informasi akurat terkini.

“Walaupun diklaim risikonya rendah, beberapa negara menanganinya dengan sangat serius. Sehingga alangkah baiknya jika Indonesia juga memiliki data mingguan yang disampaikan kepada publik,” kata Tjandra.

Ia mencontohkan, Tiongkok yang setiap hari merilis laporan influenza melalui lembaga CDC. Pada 14 Januari 2026, tingkat kepositifan klaster influenza di sekolah dilaporkan mencapai 27,4 persen.

“Di Taiwan juga tercatat tiga kematian akibat influenza pada periode 6 sampai 12 Januari. Informasi seperti ini penting agar masyarakat mendapatkan gambaran situasi yang jelas dan akurat,” ujarnya, menjelaskan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Trending di Nasional