Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Seorang Warga Membacok Mantan Kades Wotgalih Pasuruan, Motif Dendam Urusan Tanah

badge-check


					Hanya 15 menit setelah insiden pembacokan mantan Kades Wotgalih, Kecamatan Nguling, Pasuruan, polisi meringkus tersangka pelaku pembacok, Rabu 28 Mei 2026. Foto: instagram@kabar_oasuruan Perbesar

Hanya 15 menit setelah insiden pembacokan mantan Kades Wotgalih, Kecamatan Nguling, Pasuruan, polisi meringkus tersangka pelaku pembacok, Rabu 28 Mei 2026. Foto: instagram@kabar_oasuruan

Penulis: Yoli Andi Purnomo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PASURUAN— Sebuah peristiwa kekerasan mengguncang warga Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rabu pagi, 28 Mei 2026.

Seorang mantan Kepala Desa Wotgalih bernama Sukirman (58) mengalami luka serius akibat disabet dan dibacok menggunakan parang oleh seorang warga setempat.

Beruntung kejadian itu diketahui cepat oleh warga sekitar, sehingga pelaku tidak sempat melarikan diri jauh dan langsung berhasil diringkus oleh petugas kepolisian Polres Pasuruan.

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Dusun Krajan, persis di depan rumah kediaman korban.

Berdasarkan keterangan saksi mata, saat itu Sukirman sedang berjalan santai sendirian di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya.

Tiba-tiba, seorang pria yang dikemudian hari diketahui bernama Sapari (42) datang mengendarai sepeda motor sendirian.

Naik Motor
Saat motornya melewati korban, Sapari tiba-tiba menghentikan kendaraannya, turun dengan cepat, dan langsung mengayunkan senjata tajam yang sudah disiapkan ke arah tubuh Sukirman.

Serangan terjadi mendadak dan bertubi-tubi. Korban sempat berusaha menangkis dan lari, namun terkena sabetan di bagian lengan kiri, bahu, hingga kepala hingga jatuh terguling di pinggir jalan.

Mendengar teriakan minta tolong dan melihat kejadian itu, warga yang ada di sekitar langsung berdatangan dan mengejar pelaku.

Sapari sempat berusaha kabur, namun terpojok oleh massa warga yang terus memburu. Tak lama kemudian, anggota Polres Pasuruan yang mendapat laporan cepat tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku beserta senjata tajam parang yang dipergunakan untuk melakukan tindak kekerasan.

Korban dengan kondisi berdarah-darah segera dibawa menggunakan kendaraan pribadi warga ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan keterangan medis sementara, Sukirman mengalami luka robek cukup dalam di beberapa bagian tubuh, namun kondisinya masih stabil dan nyawanya selamat.

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, motif kejadian diduga kuat bermula dari perselisihan lama terkait sengketa batas tanah dan lahan pertanian.

Masalah ini diketahui sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak Sukirman masih menjabat sebagai Kepala Desa Wotgalih pada periode 2013–2019, namun belum menemukan titik terang penyelesaiannya hingga memuncak menjadi kekerasan ini.

Keterangan Polisi
Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Endy Purwanto, S.H., membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media.

“Benar, kami sudah mengamankan pelaku bernama Sapari, warga desa setempat. Kami juga sudah menyita barang bukti berupa senjata tajam parang. Korban sudah kami antar ke rumah sakit untuk dirawat,” ujar AKP Endy.

“Penyebab utamanya sementara kami dalami adalah masalah pribadi dan sengketa tanah yang sudah lama. Saat ini pelaku sudah kami bawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan secara mendalam, serta akan kami jerat dengan pasal penganiayaan berat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih mendalami kronologi lengkap dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap latar belakang sengketa yang berujung pada pembacokan ini.

Warga berharap kasus ini menjadi pelajaran agar persoalan warga diselesaikan melalui jalur musyawarah atau hukum, bukan dengan kekerasan yang merugikan kedua belah pihak.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Setelah Sidoarjo, Keracunan MBG Terjadi Nganjuk: 53 Siswa dan Satu Guru SMAN 3 Dibawa ke Rumah Sakit

2 September 2026 - 21:00 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:09 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:27 WIB

Keracunan MBG Sidoarjo: 566 Santri/ Siswa Dirawat dari 19 Pondok dan Sekolah

2 September 2026 - 14:57 WIB

120 Santri Manba’ul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Gus Wachid: Seluruh Penderita Dirawat RS Rujukan

1 September 2026 - 21:48 WIB

Trending di News