Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Prediksi BMKG: Cuaca Ekstrem Mirip Seroja Bakal Terjadi November 2025 – Maret 2026

badge-check


					BKG telah merilis pengumuman, Sabtu 1 November 2025, bahwa selama November 2025 - Maret 2026, bakal terjadi cuaca ekstrem di Indonesia. Diprediksi bakal terjadbadai mirip  La Nina dan Seroja di wilayah Indonesia. Foto: Perbesar

BKG telah merilis pengumuman, Sabtu 1 November 2025, bahwa selama November 2025 - Maret 2026, bakal terjadi cuaca ekstrem di Indonesia. Diprediksi bakal terjadbadai mirip La Nina dan Seroja di wilayah Indonesia. Foto:

Penulig: Yusran Hakim    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– BMKG mengeluarkan peringatan terkait periode rawan cuaca ekstrem di Indonesia yang diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Maret 2026 melalui siaran pers resmi, Sabtu 1 November 2025.

Peringatan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Dalam pengumumannya, Dwikorita menegaskan bahwa Indonesia memasuki puncak musim hujan dengan potensi hujan lebat, angin kencang, serta meningkatnya aktivitas siklon tropis di wilayah selatan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.

BMKG mengingatkan bahwa Indonesia memasuki periode rawan dari November 2025 hingga Maret 2026 dengan potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh dua fenomena utama: La Niña lemah dan meningkatnya aktivitas siklon tropis.

La Niña yang diperkirakan lemah kali ini berkontribusi pada kemungkinan curah hujan di atas normal di beberapa wilayah, namun tidak berdampak signifikan secara nasional karena sebagian besar pengaruh hujan disebabkan oleh suhu muka laut yang semakin hangat.

Selain itu, BMKG mengawasi potensi peningkatan siklon tropis yang dapat menimbulkan angin kencang, hujan deras, banjir bandang, dan tanah longsor terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku bagian selatan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan fenomena siklon tropis selama periode ini berpotensi meningkat, dengan kemungkinan munculnya fenomena cuaca mirip Badai Seroja yang pernah meluluhlantakkan Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021.

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan meminta pemerintah serta masyarakat terutama di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapan mitigasi, dan aktif memantau peringatan dini agar risiko bencana dapat diminimalkan.

Puncak musim hujan dan aktivitas siklon ini diperkirakan berlangsung dari November 2025 sampai Februari, dan bahkan dapat berlanjut hingga Maret atau April 2026.​

  • La Niña lemah bisa menyebabkan hujan di atas normal namun bukan penyebab utama curah hujan tinggi nasional.

  • Aktivitas siklon tropis meningkat, potensi fenomena mirip Badai Seroja tinggi.

  • Waspada banjir, angin kencang, longsor di wilayah rawan terutama selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku.

  • Kewaspadaan, mitigasi, dan peringatan dini sangat penting untuk antisipasi bencana.

  • Periode cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung sampai Maret-April 2026. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Trending di News