Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Petrokimia Gresik Distribusikan 372 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Ke Seluruh Indonesia

badge-check


					Foto: Istimewa
Stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik sudah ada di gudang-gudang Lini III atau tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia. Perbesar

Foto: Istimewa Stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik sudah ada di gudang-gudang Lini III atau tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Penulis: Sanny | Editor: Ipong D Cahyono

KREDONEWS.com, GRESIK – Petrokimia Gresik menyiapkan stok sebanyak 372.668 ton pupuk bersubsidi, dan siap mendistribusikannya ke seluruh Indonesia mulai awal Januari 2025 sesuai tugas dari pemerintah.

Ada sekitar 14,7 juta petani terdaftar dalam e-RDKK (Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, berdasarkan Rapat Koordinator Terbatas (Rakortas) di Bandung beberapa waktu lalu, Pupuk Indonesia termasuk Petrokimia Gresik, diminta menyalurkan pupuk bersubsidi per tanggal 1 Januari 2025.

“Pemerintah banyak melakukan penyederhanaan regulasi, sehingga pupuk bersubsidi sudah bisa disalurkan mulai awal tahun. Ini merupakan terobosan dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga pupuk benar-benar sudah ada di kios atau pengecer resmi pada saat petani membutuhkan,” ujar Dwi Satriyo.

Menurut Dwi Satriyo, kesiapan Pupuk Indonesia, khususnya Petrokimia Gresik dalam menyalurkan pupuk bersubsidi mulai 1 Januari 2025 tidak luput dari dukungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Menteri BUMN, Wakil Menteri BUMN hingga para pengawas seperti Ombudsman, Satgassus Polri, Satgas Pangan, dan Komisi Pengawas Pupuk & Pestisida (KP3).

“Pemerintah telah berhasil menyederhanakan birokrasi khususnya penyaluran sehingga petani terdaftar sudah bisa menebus Pupuk Bersubsidi per 1 Januari 2025,” ujar Dwi Satriyo, Selasa (7/1).

Sementara itu, untuk mengoptimalkan tata kelola tersebut, tambah Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik telah menyiapkan stok yang siap untuk ditebus petani.

Rinciannya pupuk Urea bersubsidi sebanyak 59.593 ton, setara 183 persen atau di atas ketentuan minimum yang ditetapkan Pemerintah sebesar 32.483 ton.

Kemudian NPK subsidi 297.332 ton atau 183 persen dari stok yang dipersyaratkan Pemerintah sebesar 162.569 ton. Pupuk organik bersubsidi sebanyak 15.743 ton atau 118 persen dari stok minimal sebesar 13.375 ton.

Semua stok per tanggal 1 Januari 2025 tersebut, saat ini sudah ada di gudang-gudang Lini III atau tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia. Stok tersebut juga aman untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani selama tiga pekan mendatang.

“Sebagai produsen, kami telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi yang siap ditebus petani terdaftar dengan membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Semua petani yang memenuhi syarat dapat langsung menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditentukan,” pungkas Dirut Dwi Satriyo.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semarak 17-an di Graha Anggrek Mas, Kader Gerindra Sidoarjo Rebutan Hadiah Rp5 Juta

15 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gempa NTT M 7 Terasa di Makassar hingga Bali, 7 Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DPR Minta Pemerintah Beri Kompensasi Pemilik Dapur MBG

14 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Ada 4.770 Rekrutmen CPNS untuk Formasi Sekolah Kedinasan

14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Okupansi Hotel di Kawasan Bromo Anjlok Dampak Kebakaran

13 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Prabowo: Motor Listrik Lebih Hemat dan Efisien

13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Trending di Nasional