Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, FLORES— Warga Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dikejutkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.
Guncangan kuat tersebut terjadi Sabtu, 15 Agustus 2016, sekitar pukul 04.58 WITA dan memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG.
Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada di laut pada koordinat 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10-15 kilometer.
Karena pusat gempa berada di laut dan tergolong dangkal, guncangannya terasa cukup kuat di sejumlah wilayah.
“Kami merasakan guncangan keras selama sekitar 15 detik. Warga langsung berhamburan keluar rumah,” ujar Yohanes, warga Ende yang dihubungi via telepon.
Selain Ende, guncangan juga dirasakan di Ngada, Sikka, Manggarai, hingga Labuan Bajo. Di beberapa daerah, warga mengaku sempat panik dan memilih bertahan di luar rumah sambil memantau informasi resmi.
Peringatan Dini Tsunami
Tak lama setelah gempa, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk pesisir Flores bagian utara.
Peringatan ini dikeluarkan, karena potensi terjadinya gelombang tsunami akibat gempa dengan magnitudo besar dan kedalaman dangkal di laut.
Masyarakat diimbau segera menjauhi pantai dan mengungsi ke tempat lebih tinggi. Sirine tsunami sempat dibunyikan di beberapa titik di pesisir Nagekeo dan Sikka.
Hingga berita ini ditulis, BMKG masih terus memantau perkembangan tinggi gelombang dan mencabut peringatan secara bertahap sesuai hasil pengamatan di lapangan.
Kepala BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada. “Ikuti arahan dari BPBD setempat dan jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” imbaunya.
Dampak
Hingga pukul 08.23 WIB, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Tim BPBD NTT bersama TNI-Polri sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat.
Jalur komunikasi di beberapa titik sempat terputus karena jaringan listrik padam. Namun secara umum, akses menuju wilayah terdampak masih bisa dilalui.
Warga diminta untuk tidak kembali ke rumah jika berada di zona pesisir sebelum ada pengumuman resmi dari pihak berwenang. Pengungsian sementara dilakukan di titik-titik aman seperti lapangan, kantor desa, dan gedung sekolah yang lokasinya jauh dari pantai.
*Indonesia Rawan Gempa*
Indonesia memang berada di jalur Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Pertemuan tiga lempeng besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik membuat wilayah nusantara rawan diguncang gempa.
Khusus NTT, wilayah ini juga dilintasi sesar aktif dan zona subduksi. Gempa besar pernah terjadi di Flores pada tahun 1992 dengan kekuatan 7,8 magnitudo yang juga memicu tsunami dan menelan ratusan korban jiwa. Karena itu kewaspadaan masyarakat diimbau untuk selalu tinggi.
Pakar geologi mengingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta untuk tidak panik tetapi tetap siaga.
Imbauan
Pemerintah Provinsi NTT melalui BPBD telah mengaktifkan posko darurat di beberapa kabupaten. Bantuan logistik seperti tenda, makanan, air bersih, dan obat-obatan mulai dikirim ke titik-titik pengungsian.
Menteri Sosial juga menyatakan siap mengerahkan bantuan jika dibutuhkan. Sementara itu, Presiden telah memerintahkan jajaran terkait untuk memastikan penanganan cepat dan tepat di lapangan.
Bagi warga yang memiliki keluarga di Flores, disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.**
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Warga di wilayah pesisir disarankan hafal jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat. Tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, dan makanan ringan juga perlu disiapkan.
BMKG terus mengupdate informasi melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi media sosialnya. Masyarakat bisa mengaksesnya kapan saja untuk mengetahui perkembangan terbaru.
Sampai saat ini situasi di Flores masih kondusif namun tetap siaga. Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia diharapkan bisa menguatkan saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi ujian ini. **

















