Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Perempuan Muda Asal Ploso Jombang, Ditemukan Tewas Mengapung di Pagerluyung Mojokerto

badge-check


					Tim PMi dan petugas BPBD Mojokerto melakukan evakuasai, sesaok jasaf perempuan warga Ploso Jombang, bernama Endri Lukitawati, 34, ditemukan mengapung di sungai Brantas, Minggu, 4 Januari 2026. Foto: Instagram@sedangmengetk Perbesar

Tim PMi dan petugas BPBD Mojokerto melakukan evakuasai, sesaok jasaf perempuan warga Ploso Jombang, bernama Endri Lukitawati, 34, ditemukan mengapung di sungai Brantas, Minggu, 4 Januari 2026. Foto: Instagram@sedangmengetk

Penulis: Gandung Kardiyono  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWW.COM, MOJOKERTO – Perempuan bernama Endri Lukitasari,  34, asal Dusun Tanggungan, Desa Tanggung Kramat, Kecamatan Ploso, Jombang, ditemukan tewas mengapung di Sungai Brantas, kawasan Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto pada Minggu siang, 4 Januari 2026. ​

Jasad korban pertama kali terlihat sekitar pukul 09.45 WIB oleh warga yang sedang berada di sekitar sungai, dalam kondisi tanpa busana dan mengambang di tengah aliran sungai dekat Dam Pagerluyung.

Petugas gabungan dari Polres Mojokerto Kota, BPBD, PMI, serta relawan segera melakukan evakuasi, dan jenazah dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo untuk visum.​

Identitas terungkap melalui pemeriksaan biometrik Inafis Polri menggunakan sistem MAMBIS, yang memastikan korban adalah Endri Lukitasari. Keluarga melaporkan korban hilang sejak Sabtu dini hari (3 Januari 2026) setelah meninggalkan rumah tanpa kabar.​

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian, menunggu hasil autopsi, dan belum memastikan apakah korban terbawa arus dari hulu atau ada indikasi tindak pidana. Keluarga telah dikonfirmasi, dan penyelidikan berlanjut oleh Satreskrim Polres Mojokerto Kota.​

Polisi belum menetapkan penyebab pasti kematian Endri Lukitasari karena masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan medis dari RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo.​

Kapolres Mojokerto Kota melalui Ipda David menyatakan bahwa jenazah telah dievakuasi untuk visum, dan dugaan sementara adalah korban terbawa arus dari hulu Sungai Brantas, meski belum ada konfirmasi resmi. Tidak ada indikasi tindak pidana yang disebutkan secara eksplisit hingga berita terakhir pada 4 Januari 2026.​​​

Sebagai warga asal Dusun Tanggungan, Desa Tanggung Kramat, Kecamatan Ploso, Jombang, kemungkinan pemakaman dilakukan di pemakaman umum atau muslim setempat di wilayah Jombang.​

Keluarga telah menerima kebenaran identitas melalui Inafis Polri, tapi perkembangan pasca-evakuasi seperti pemakaman belum diumumkan. Pantau update dari Polres Mojokerto Kota atau media Jawa Timur untuk informasi lanjutan.​​

Penemuan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB pada Minggu (4 Januari 2026), dekat Dam Pagerluyung di jalur Jogging Track Jalan Hayam Wuruk. Jasad pertama kali terlihat di wilayah Sipon, Desa Pagerluyung (juga disebut Pagerloyong), sebelum dievakuasi ke bantaran sungai oleh tim gabungan polisi, BPBD, PMI, dan relawan.​

Korban ditemukan tanpa busana, mengambang di tengah aliran sungai, dan diduga terbawa dari hulu Sungai Brantas. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo untuk visum dan identifikasi.​

Kanit II Tipikor Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Iptu Muklisin, memberikan penjelasan terkait kasus Endri Lukitasari.​

Ia  menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal dan olah TKP tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Korban hilang sejak Sabtu dini hari (3 Januari 2026), dan keluarga telah melapor ke perangkat desa setelah pencarian sia-sia.​

Polisi menduga Endri Lukitasari mengalami tekanan psikologis atau depresi sebelum meninggal, yang diperkuat oleh keterangan keluarga dan tidak adanya unsur pidana.

Korban diduga terbawa arus Sungai Brantas setelah kejadian, dan jenazah telah diserahkan ke keluarga yang menerima sebagai musibah. **​

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di News