Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Pelatihan Ekowisata di Karuing: Rosita Ingin Tambah Ilmu Ecoprint, Neliyani Dapat Ilmu Baru Tata Kelola Homestay

badge-check


					Beginilaj susana salah sudut desa Karuing, kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Rumah, jalan dan taman yang tertata secara baik. Sangat layak dipsarkan kepada wisatawan nusantara maupun luar negeri. Foto: Gandhi Wasono Perbesar

Beginilaj susana salah sudut desa Karuing, kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Rumah, jalan dan taman yang tertata secara baik. Sangat layak dipsarkan kepada wisatawan nusantara maupun luar negeri. Foto: Gandhi Wasono

Laporan: Gandhi Wasono | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KATINGAN- Kehadiran pakar Ecotourism Nurdin Razak ke desa Karuing, Katingan, Kalimantan Tengah, memberikan manfaat bagi warga setempatnya. Dia juga melatih dan mengarkan tata laksana penggelolaan hometay kepada ibu-ibu pemilik penginapan disana.

Diantara peserta yang begitu antusias mendengar paparan Nurdin, adalah Rosita (48) dan Neliyani. Rosita, ibu empat anak yang suaminya bekerja di perusahaan sawit tersebut meminta agar pelatihan di desanya bisa ditambah lagi porsinya.

“Salah satu diantaranya adalah pelatihan ecoprint yang sudah diberikan pada sesi pertama. Kami ingin tahu lebih banyak lagi tentang teknik ecoprint. Karena bahan ecoprint di desa kami melimpah. Tinggal ilmunya saja yang kami butuhkan,” usul Rosita kepada Nurdin Razak.

Bagi Rosita, dia sangat memerlukan apa saja yang berkaitan dengan keterampilan pengolahan kain dan jahit menjahit, karena kebetulan dirinya adalah satu-satunya orang yang memiliki keterampilan tersebut di desanya.

Rosita adalah ibu rumah tangga warga Karuing, yang memiliki hobi jahit menjahit dan pakaian. Foto: Gandhi Wasono

“Kalau kemampuan saya di bidang menjahit semakin berkembang maka warga desa sini kalau memerlukan sesuatu tak perlu susah-susah lagi,” paparnya.

Pola berpikir Rosita juga terlihat sudah jauh ke depan. Salah satu diantaranya selain memberi keterampilan kepada masyarakat desa juga minta ada pelatihan bahasa Inggris untuk anak-anak desa. Pelatihan itu menurutnya dianggap penting untuk meningkatkan kopetensi anak-anak desa Karuing.

“Saya ingin sekali anak-anak disini mendapat tambahan belajar bahasa Inggris. Karuing adalah desa yang terpencil dari akses luar, disini hanya ada sekolah SD dan SMP saja. Rasanya susah jika anak desa ini diminta berkembang kemampuan bahasa asingnya kalau tidak ada tambahan diluar jam sekolah. Kalau bisa bahasa asing bagus kalau ada turis datang anak-anak kan bisa komunikasi secara baik,” imbuh Rosita  penuh semangat.

Ilmu Homestay

Hal yang sama juga diakui oleh Neliyani (39) pemilik homestay di Desa Karuing.  Ibu tiga putri yang biasa dipanggil Mama Leha tersebut mengungkapkan b ahwa dirinya mendirikan penginapan tersebut tanpa pengetahuan yang cukup hanya asal membuka saja.

“Memang dulu saya pernah diberangkatkan pelatihan oleh sebuah NGO dan dinas kehutanan ke Yogja tetapi pelatihannya khusus tentang kuliner saja,” imbuh Neliyani.

Neliyani ibu rumah tangga di Karuing peserta pelatihan ekowisata, sekaligus pemilik homestay.

Tetapi ilmu tentang boga yang diajarkan selama 3 hari tersebut kurang bisa diterapkan di desanya. Salah satu masalahnya bahan dasar makanan yang diajarkan lebih banyak sayur-sayuran, tempe dan tahu.

“Sementara disini yang banyak bukan sayur mayur tapi justru ikan,” papar Neliyani yang suaminya seorang pedagang ikan tersebut. Karena itu, Neliyani yang mendirikan homestay sejak beberapa tahun sebelum covid itu sangat gembira ketika mendapat pencerahan ilmu tentang cara penataan homestay dari Nurdin Razak.

“Salah satu ilmu yang saya dapat dari Pak Nurdin yakni tentang penataan kamar mulai warna dinding, plafon sampai sprei tempat tidur. Bagaimana dengan bahan yang sederhana tetapi kamar terlihat lebih cerah dan tampak mewah,“ kata Neliyani yang homestay miliknya tidak hanya ditempati wisatawan lokal saja tetapi juga turis asing. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung dan Botol, Belum Dipastikan Milik 5 Jurnalis dan 3 Kru Liputan Anak Krakatau

10 September 2026 - 21:46 WIB

Tim SAR Gabungan temulan satu jaket pelampung dan botol putih, tetapi belum bisa dipastikan yang dikenakan para jurnalis, Rabu 10 September 2026. Foto: okezone

Salah Injak Pedal: Alphard Santap 3 Mobil, 11 Motor, dan Rombong Bakso di Sukolilo

10 September 2026 - 03:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (55): Kisah Pembantaian 100 Pria dan 5 Wanita Pelancong

9 September 2026 - 19:53 WIB

5 Jurnalis dan 2 Kru Kapal Belum Ditemukan, Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau Sejak 7 September 2026

9 September 2026 - 19:22 WIB

Jasa Marga Ungkap Daftar Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi

9 September 2026 - 19:17 WIB

1.845 KK di Surabaya Tercatat Turun Kelas Desil

9 September 2026 - 19:06 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp92.400 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Nasional

9 September 2026 - 18:49 WIB

Dapur Utama dan Ruang Gizi RSUD Saiful Anwar Terbakar, Tidak Menyentuh Gedung Perawatan Kesehatan

9 September 2026 - 17:43 WIB

Air Laut Surut dan Gempa Mag 3,8 Terjadi di Sekitar Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tenang Bukan Tsunami

9 September 2026 - 16:59 WIB

Trending di News