Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Incar Monumen Reog Ponorogo Rp 85 M, KPK Geledah Kantor dan Mobil Dinas Pariwisata

badge-check


					Pasca OTT kasus gratifikasi terhadap Bupati Ponorog, kini KPK sedang melanjutkan dugaan kasus pembangunan monumen Reog Ponorog yang menelan dana Rp 85 miliar. Foto: Idn Perbesar

Pasca OTT kasus gratifikasi terhadap Bupati Ponorog, kini KPK sedang melanjutkan dugaan kasus pembangunan monumen Reog Ponorog yang menelan dana Rp 85 miliar. Foto: Idn

Penulis: Saifudin   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PONOROGO– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang sudah melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu 12 November 2025.

Penyidikan ini bagian dari pengembangan kasus suap dan gratifikasi yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sukoco, pada awal 7 November 2025.

KPK masih melakukan pendalaman dan penyidikan karena ada informasi dan petunjuk baru yang mengarah pada tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut.

Nilai proyek pembangunan Monumen Reog Ponorogo adalah sekitar Rp 85 miliar. Proyek ini merupakan megaproyek yang mulai dengan proses lelang pada 2022 dan direncanakan selesai pada Desember 2024, menggunakan anggaran APBD 2022 hingga 2024.

Dana sebesar Rp 85 miliar ini dibagi dalam tiga tahap:

  • Rp 30 miliar pada tahun pertama,
  • Rp 25 miliar pada tahun kedua,
  • Rp 30 miliar pada tahun ketiga.

Monumen setinggi 126 meter ini juga mencakup pembangunan museum di bawah podium patung serta berbagai wahana wisata penunjang lainnya.

Selain itu, ada informasi lain yang menyebut kebutuhan tambahan dana sampai Rp 164,7 miliar dalam beberapa tahun ke depan untuk pembangunan lanjutan dan penyelesaian proyek tersebut, yang menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Dalam penyelidikan, KPK juga menggeledah kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ponorogo serta menggeledah mobil dinas pejabat terkait proyek tersebut untuk mengumpulkan bukti-bukti.

KPK menggeledah mobil Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, terkait dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Bupati dan Sekda Ponorogo Jawa Timur. Penggeledahan diduga terkait pembangunan Monumen dan Museum Reog yang menelan biaya ratusan miliar rupiah di Sampung, Ponorogo.

Tim KPK mengambil seluruh berkas yang tertinggal di dalam mobil serta beberapa tas. Atas penggeledahan dan pemeriksaan ini, Judha mengaku belum mengetahui materi pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik KPK.

Selain Dinas Pariwisata Ponorogo, sebelumnya tim KPK juga telah menggeledah rumah dinas dan kantor Bupati Ponorogo, Sekda Ponorogo, Dirut RSUD Ponorogo, serta rumah adik dan kerabat Bupati.

Meski sedang dalam pengusutan, pemerintah daerah memastikan pembangunan monumen ini tetap berjalan sesuai jadwal dengan target penyelesaian pada 2026, dengan harapan proyek ini menjadi ikon budaya sekaligus pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi warga.

Jadi, KPK sudah benar-benar melakukan lidik dan penyidikan terhadap pembangunan Monumen Reog Ponorogo terkait dugaan korupsi yang sedang terjadi, dengan kasus yang masih berkembang dan fokus pengumpulan bukti-bukti dari berbagai sumber di lingkungan pemerintah daerah Ponorogo.

Pihak-pihak yang diperiksa dan terkait dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban Ponorogo oleh KPK adalah:

  • Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

  • Agus Pramono, Sekretaris Daerah Ponorogo.

  • Yunus Mahatma, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hardjono Ponorogo.

  • Sucipto, pihak swasta atau rekanan di RSUD Ponorogo.

  • Judha Slamet Sarwo Edhi, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, yang diperiksa dan ruang kerjanya beserta mobil dinasnya digeledah.

KPK menetapkan empat tersangka dalam operasi tangkap tangan terkait suap jabatan, proyek RSUD, dan dugaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo. Selain itu, KPK juga menggeledah kantor Disbudparpora, rumah pejabat, dan membawa dokumen serta barang bukti terkait proyek Monumen Reog. Pemeriksaan dan penggeledahan ini bagian dari pendalaman pengadaan barang dan jasa yang terkait dengan proyek tersebut dan dugaan penyimpangan yang sedang diselidiki KPK.​

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tersangka Dana Hibah Pemprov Jatim Rp2,1 Triliun, Anwar Sadad Masih Duduk Tenang di Kursi DPR RI

4 Juli 2026 - 21:27 WIB

Menelisik Akar Terorisme (31): Masyarakat Nasionalis Dibentuk Seperti Militer

4 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pegadaian Besuki Salurkan Bantuan Bencana Banjir untuk SDN 1 Kalianget Situbondo

4 Juli 2026 - 19:25 WIB

Pitono Nugroho Nakhodai ICMI Jatim 2026–2031: Usung Tujuh Modal

4 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anak Krakatau Meletus Semburkan Awan Panas 400 M, Hindari Jarak Radius 2 Kilometer

4 Juli 2026 - 13:41 WIB

Akun Gaya Hidup Pejabat: Instagram@cabinetcouture_idn Diblokir atas Permintaan Komdigi

4 Juli 2026 - 12:51 WIB

Saksi Fakta Dosen Non-ASN di MK, Dr Cenuk Lulusan Australia Dapat Gaji Total Rp4 Juta/ Bulan

4 Juli 2026 - 10:47 WIB

Wapres JD Vance: Israel Jangan Ganggu Perundingan Damai AS- Iran

3 Juli 2026 - 17:51 WIB

Raja Juli Klaim Kembalikan Amplop Dua Hari sebelum KPK OTT Bupati Kuansing

3 Juli 2026 - 17:04 WIB

Trending di News