Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Malang dan Pasuruan Masih Terendam Banjir

badge-check


					Pasuruan masig terendam banjir Perbesar

Pasuruan masig terendam banjir

Penulis: Sapteng Mukti Nunggal  | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, MALANG-Kondisi terkini banjir di Malang dan Pasuruan hari ini, Jumat, 5 Desember 2025 menyita perhatian masyarakat. Simak dampak dan penyebab banjir di Malang dan Pasuruan, Jawa Timur (Jatim).

Sejumlah titik di Kabupaten Malang dan Pasuruan masih terendam banjir hingga hari ini (5/12). Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang per Kamis malam (4/12), banjir di Malang mencapai 80-160 sentimeter.

Sementara itu, luapan sungai Rejoso menyebabkan sejumlah titik di Pasuruan terendam banjir. Berdasarkan pantauan BPBD Kabupaten Pasuruan, terdapat 8 desa yang terdampak banjir.

Banjir Malang terjadi di sejumlah pemukiman penduduk. Data pantauan BPBD Kota Malang mencatat banjir terjadi di Kelurahan Purwantoro yang berbatasan dengan Kelurahan Lowokwaru, Kelurahan Purwodadi, dan Kelurahan Blimbing.

Sejumlah ruas jalan juga tergenang banjir hingga 160 sentimeter, salah satunya Jalan Kedawung 1, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Kalau di jalan raya sekitar 80 sentimeter kalau di sini (Jalan Kedawung 1) sekitar 150-160 sentimeter. Saya cek juga ke Purwodadi, perahu karet saya kirimkan ke sana,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno, dikutip dari Antaranews, Kamis malam (4/12).

Banjir di Jalan Kedawung 1 terpantau mulai surut. Kendati begitu, petugas gabungan tetap disiagakan di lokasi. Prayitno juga menjelaskan salah satu penyebab terjadinya banjir Malang ialah meningkatnya intensitas hujan.

“Yang jelas informasi nasional curah hujan memang naik sampai 40 persen karena perubahan iklim,” kata Prayitno.

Sejak Kamis siang (4/12), hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Malang. Akibatnya, debit air yang ada di suanga sisi jalan utama Malang-Surabaya meluap dan sejumlah ruas jalan dan Kawasan perkampungan mulai terendam banjir.

Banjir tersebut menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Bunga Coklat, Jalan Kalpataru, Jalan Kedawung, Jalan Letjen Sutoyo ke arah Jalan Ahmad Yani, Jalan Ciliwung, serta Jalan Sunandar Priyo Sudarmo ke arah Jalan WR Supartman.

Selain itu, kepadatan lalu lintas juga terjadi di sisi jalur yang mengarah ke pusat Kota Malang maupun ke beberapa wilayah Kota Malang.

Kemudian, satu rumah di kawasan Jl Letjen S.Parman Gang 2, Kota Malang mengalami kerusakan di bagaian depan. Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @malangraya_info, material lumpur tampak masuk ke dalam rumah tersebut dan beberapa barang-barang juga turut terendam air hujan.

Dalam menangani banjir tersebut, BPBD berkoordinasi untuk mengevakuasi beberapa titik yang diperlukan dan menetapkan titik pengungsian bagi warga yang huniannya mengalami kerusakan.

Kondisi Terkini Banjir Pasuruan

Delapan desa di Kabupaten Pasuruan dilaporkan terendam banjir sejak Kamis malam (4/12). Hujan yang mengguyur Pasuruan sejak Kamis pukul 18.30 WIB mengakibatkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap. Beberapa sungai yang meluap yaitu sungai Rejoso dan sungai Petung.

BPBD Kabupaten Pasuruan memaparkan bahwa bajir Pasuruan terjadi di Kecamatan Winongan. Delapan desa di kecamatan tersebut terendam banjir yang mencakup Winongan Kidul, Bandaran, Winongan Lor, Sruwi, Prodo, Lebak, Mendalan, dan Menyarik.

Berdasarkan pantauan BPBD Kabupaten Pasuruan tadi malam, banjir mencapai satu meter lebih di dukuh Jetis, Prodo. Sementara, sebagian besar banjir yang menggenang di ruas jalan dan rumah warga setinggi 10-50 sentimeter.

Wilayah terdampak banjir termasuk wilayah yang dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso. Banjir Pasuruan terjadi akibat hujan deras yang ada di wilayah hilir seperti perbukitan Lumbang. Akibatnya, DAS Rejoso tak mampu menampung air dan meluap ke wilayah pemukiman.

Banjir Pasuruan juga menyebabkan sejumlah jalan tergenang air. Menghimpun berbagai sumber, banjir juga menggenang Jalan Raya Ir Juanda di jalur pantai utara Kota Pasuruan.

Guna menanggulangi kemacetan di jalan tersebut, petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat mengalihkan kendaraan dari kedua arah, yakni arah Surabaya dan arah Probolinggo.

Kemudian, petugas mengalihkan kendaraan ke ke Jalur Lingkar Selatan (JLS). Pengalihan tersebut berlaku untuk semua kendaraan. Titik tersebut termasuk lokasi yang sering terjadi banjir. ****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polemik Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T: Sorotan DPR-Respons Agrinas

26 Juli 2026 - 19:23 WIB

Menyoal Aturan Larangan Rekam SP2DK

26 Juli 2026 - 19:11 WIB

MK Tegaskan Sisa Kuota Internet Hak Konsumen, Tak Boleh Hangus Sepihak

24 Juli 2026 - 20:13 WIB

KAI Daop 8 Genjot Integrasi Kereta di Jatim, Penumpang Makin Mudah Transit

24 Juli 2026 - 19:42 WIB

PIHPS: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95.000/kg, Telur Ayam Rp35.000/kg

23 Juli 2026 - 21:13 WIB

4.400 Buruh Jawa Timur Berpotensi Kena PHK

23 Juli 2026 - 21:02 WIB

BPJT: Ada 10 Ruas Tol yang Masuk Jadwal Naik Tarif Tahun Ini

23 Juli 2026 - 20:32 WIB

Antisipasi Disalahgunakan Polres Gresik Mitigasi Senjata Api Dinas Anggota

23 Juli 2026 - 11:05 WIB

Polres Gresik Raih Juara 2 Patroli Harkamtibmas Terbanyak Samapta Polda Jatim

23 Juli 2026 - 11:04 WIB

Trending di Nasional