Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Warga Bali Ledo Usung Jenazah Jowa Tana, Demo ke Polres Sumba Barat Polisi Keluarkan Tembakan

badge-check


					Massa warga desa Bali Lefo, Waikabubak, Sumba Barat, usung jenazah Jowa Tana, korban tewas disanfka pencuri ternak, Selasa, 15 September 2926. Foto: instagram@inikupang_ Perbesar

Massa warga desa Bali Lefo, Waikabubak, Sumba Barat, usung jenazah Jowa Tana, korban tewas disanfka pencuri ternak, Selasa, 15 September 2926. Foto: instagram@inikupang_

Penulis: Eko Wienarto   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SUMBA BARAT, NTT — Suasana mencekam menyelimuti markas Polres Sumba Barat di Waikabubak pada Selasa sore, 15 September 2026.

Ratusan warga dari Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, bergerak beriringan menggotong jenazah Jowa Tana (39),   warga mereka yang meninggal dunia  langsung ke halaman depan kantor polisi.

Mereka menangis, berteriak, dan menuntut pertanggungjawaban atas kematian yang diyakini akibat penembakan oleh oknum kepolisian.

Keluarga korban menuturkan, Jowa Tana tewas akibat luka tembak yang diduga dilepaskan oleh anggota Polres Sumba Barat.

Jenazah sempat dibawa ke RS Lende Moripa untuk penanganan medis, namun nyawa korban tidak tertolong.

Dari rumah sakit, keluarga bersama puluhan warga langsung menggotong peti jenazah menuju Polres — sebuah protes yang menyayat hati, diiringi isak tangis sanak saudara yang membiarkan jenazah terbaring di halaman depan gedung polisi.

Tidak Terima

“Kami tidak terima. Dia anak kami, dia saudara kami. Kalau memang bersalah, proses dia di pengadilan — bukan ditembak mati begitu saja,” ungkap salah satu kerabat korban dengan suara gemetar.

Warga menuntut jenazah disemayamkan sementara di area polres sebagai bentuk tuntutan pertanggungjawaban — permintaan yang tidak dipenuhi dan justru memicu ketegangan semakin memuncak .

Amarah massa meledak. Batu dan kayu dilemparkan ke arah bangunan Polres. Kaca-kaca kantor polisi pecah berantakan.

Untuk membubarkan kerumunan, aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara. Situasi sempat sangat tidak terkendali .

Kapolres Siap Tanggung Jawab

Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali, turun langsung menemui keluarga korban.

“Saya siap bertanggung jawab. Oknum yang terlibat akan kami proses secara hukum,” ujarnya.

Namun janji itu belum cukup menenangkan warga yang tetap bertahan di depan gerbang polres hingga malam.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT Henry Novika Chandra memberikan versi berbeda.

Menurut keterangan resmi yang dikeluarkan menjelang malam, Jowa Tana yang berinisial JT merupakan residivis kasus pencurian ternak.

“Saat petugas berupaya melakukan penangkapan, JT melawan dan berusaha melarikan diri. Anggota melepaskan satu kali tembakan ke arah kaki, namun karena korban terjatuh, peluru justru mengenai bahu sebelah kanan,” jelas Henry.

Tiga orang lain yang diduga terlibat dalam sindikat pencurian ternak tersebut — berinisial YKM, ASBKL (46), dan KY (35) — telah diamankan .

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak lain yang dilaporkan meninggal dalam kericuhan tersebut.

Suasana perlahan mulai kondusif namun ketegangan masih terasa. Pihak Bupati Sumba Barat belum memberikan pernyataan resmi.

Keluarga korban bersikeras menolak menerima penjelasan bahwa kematian akibat tembakan itu adalah “kecelakaan”.

Polda NTT telah membuka penyelidikan internal untuk meneliti apakah prosedur penggunaan senjata api telah dijalankan sesuai aturan atau tidak .

Latar Belakang

Versi Polisi

 

  • Jowa Tana (39) — inisial JT — diduga sebagai residivis sindikat pencurian ternak yang sudah lama menjadi masalah di wilayah Sumba Barat
  • Polisi menerima laporan masyarakat tentang hilangnya ternak sapi di wilayah Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli
  • Tim gabungan Polres Sumba Barat berangkat ke lokasi untuk melakukan penangkapanKejadian:
  • Saat petugas hendak menangkap, JT melawan keras dan berusaha melarikan diri
  • Petugas melepaskan satu kali tembakan peringatan ke arah kaki untuk melumpuhkan
  • Karena korban berusaha lari dan terjatuh, peluru meleset dan justru mengenai bahu sebelah kanan
  • Korban dibawa ke RS Lende Moripa untuk ditangani, namun nyawanya tidak tertolong
  • Tiga orang rekan JT — YKM, ASBKL (46), dan KY (35) — juga diamankan dan kini dalam pemeriksaan
  • Polisi menegaskan: bukan ditembak dengan sengaja, melainkan kecelakaan penembakan saat penangkapanVersi Keluarga/Masyarakat
  • Jowa Tana adalah warga biasa yang bekerja sebagai petani. Keluarga membantah tuduhan pencurian ternak — tidak ada bukti, tidak ada surat perintah penangkapan yang diperlihatkan
  • Masyarakat sekitar sudah lama merasa tidak nyaman dengan penangkapan-penangkapan yang dilakukan oknum polisi tanpa prosedur yang jelas
  • Dugaan: ini adalah penangkapan sewenang-wenang dan penembakan yang dilakukan tanpa alasan yang sahKejadian:
  • Jowa Tana ditangkap oleh oknum polisi di kediamannya / di sekitar rumah, bukan saat sedang melarikan diri
  • Dianiaya terlebih dahulu sebelum ditembak — ada bekas luka di tubuh selain luka tembak
  • Ditembak dari jarak dekat, bukan “meleset” — peluru masuk dari arah depan/bukan dari belakang
  • Tidak ada upaya pertolongan pertama yang segera diberikan setelah ditembak
  • Kematian adalah akibat penganiayaan dan penembakan sengaja oleh oknum polisi, bukan kecelakaan. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

OTT di ATR/BPN Bogor, KPK Sita 20 Koper Berisi Rupiah dan Valas Medsos Sebut Milik Nusron Wahid

15 September 2026 - 19:59 WIB

Golkar Sarang Koruptor, KPK Ringkus Fahd El Fouz Kasus Suap HGB PT Summarecon

15 September 2026 - 19:29 WIB

Hanya 2 dari 27 Merk Beras Fortifikasi Lolos Uji, Kandungan Gizi tidak Sesuai SNI Ditarik dari Pasaran

15 September 2026 - 18:51 WIB

Dihantam Gelombang Laut Bawean, Tugboat BMT 20 Tenggelam 8 Awak Selamat

15 September 2026 - 17:46 WIB

Racun Makanan Pindah ke Kisaran, Puluhan Siswa Keracunan MBG dari Dapur Polres

15 September 2026 - 17:11 WIB

Serem Pencopotan Purbaya, Diinterupsi Lewat Telepon dari Prasetyo Hadi Saat Presentasi di Dewan

15 September 2026 - 00:17 WIB

Komite SMAN 1 Jombang Pasang Tarif Rp2,5 Juta, PMPP Rp165.000, Wali Murid: Bukan Sumbangan, tapi Paksaan

14 September 2026 - 21:38 WIB

Resafel Kabinet, Prabowo Copot Purbaya Digantikan Suahasil Nazara

14 September 2026 - 16:45 WIB

Trending di News