Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Hanya 2 dari 27 Merk Beras Fortifikasi Lolos Uji, Kandungan Gizi tidak Sesuai SNI Ditarik dari Pasaran

badge-check


					Menteri Pertanian dan Pangan, Amran Solaiman konferensi pers, ungkap hanya 2 merk dari 25 macam merk beras fortifikasi tidak sesuai SNI, wajib ditarik dari peredaran, Selasa, 15 Septembet 2026. Foto: instagram@idnnews.video Perbesar

Menteri Pertanian dan Pangan, Amran Solaiman konferensi pers, ungkap hanya 2 merk dari 25 macam merk beras fortifikasi tidak sesuai SNI, wajib ditarik dari peredaran, Selasa, 15 Septembet 2026. Foto: [email protected]

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menggebrak pasar pangan nasional pada Selasa, 15 September 2026.

Terungkap dalam temuan mengejutkan: dari 27 merek beras fortifikasi yang diperiksa, sebanyak 25 merek atau setara 92,6 persen dinyatakan tidak memenuhi.

Karena syarat kandungan gizi tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025) .

Apa itu beras fortifikasi? Sederhananya, beras fortifikasi adalah beras putih biasa yang ditambahkan butiran khusus bernama “kernel beras fortifikan” , yaitu butiran yang dicampur dengan zat besi, seng, asam folat, dan vitamin B12.

Zat ini untuk membantu mencegah stunting dan kekurangan gizi pada anak-anak dan ibu hamil.

Proses produksinya memerlukan teknologi khusus dan biaya tambahan yang sebenarnya tidak terlalu mahal — hanya sekitar Rp1.000/ kilogram dari beras biasa .

Namun modus yang ditemukan sungguh merugikan: produsen ternyata hanya mengemas beras biasa, melabelinya sebagai “beras fortifikasi”, lalu menjualnya dengan harga berlipat-lipat.

Ada yang dijual hingga Rp57.600 per kilogram — padahal menurut perhitungan Kementan, harga wajarnya hanya sekitar Rp13.500/ kilogram.

Rata-rata, keuntungan tidak wajar yang dipetik mencapai hampir Rp10.000 per kilogram, dengan total kerugian konsumen yang diduga mencapai Rp89 triliun.

“Bayangkan, vitamin yang seharusnya ada di dalamnya ternyata tidak ada. Tapi konsumen membayar mahal seolah-olah membeli produk bernutrisi tinggi. Ini penipuan murni,” tegas Amranl dalam konferensi pers.

Acara ini dihadiri Kepala BAKOM, Wamenkum, Irwasum Polri, Jampidsus, Dirut Bulog, Kepala BPOM, dan Yayasan Konsumen Indonesia .

Dua merek yang dinyatakan lolos uji dan memenuhi syarat adalah beras berinisial SMP dan IAP.

Ke-25 merek lainnya telah diperintahkan untuk ditarik dari peredaran, izin usahanya dicabut, dan pihak terkait akan diproses secara hukum .

“Ini bukan hal kecil. Ini menyangkut gizi jutaan anak-anak yang sedang kita perjuangkan agar tidak stunting. Jika beras yang dikonsumsi ternyata kosong gizinya, maka semua program pemerintah sia-sia,” tambah Amran.

Pemerintah telah berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan untuk menelusuri lebih dalam aliran distribusi dan siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas penipuan berskala masif ini .**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Golkar Sarang Koruptor, KPK Ringkus Fahd El Fouz Kasus Suap HGB PT Summarecon

15 September 2026 - 19:29 WIB

Dihantam Gelombang Laut Bawean, Tugboat BMT 20 Tenggelam 8 Awak Selamat

15 September 2026 - 17:46 WIB

Racun Makanan Pindah ke Kisaran, Puluhan Siswa Keracunan MBG dari Dapur Polres

15 September 2026 - 17:11 WIB

Serem Pencopotan Purbaya, Diinterupsi Lewat Telepon dari Prasetyo Hadi Saat Presentasi di Dewan

15 September 2026 - 00:17 WIB

Komite SMAN 1 Jombang Pasang Tarif Rp2,5 Juta, PMPP Rp165.000, Wali Murid: Bukan Sumbangan, tapi Paksaan

14 September 2026 - 21:38 WIB

Resafel Kabinet, Prabowo Copot Purbaya Digantikan Suahasil Nazara

14 September 2026 - 16:45 WIB

Ombak Hantam Lambung Kanan, KM Virgo 8 Tenggelam: 129 Masih Dalam Pencarian

13 September 2026 - 21:18 WIB

Tragis Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Terbakar dalam Kamar di Simomulyo Surabaya

13 September 2026 - 20:14 WIB

Kereta Kelinci Angkut 50 Ibu PKK Jatuh Terguling di Lokasi Wisata Rowo Jombor Klaten, 11 Orang Lukaluka

13 September 2026 - 17:44 WIB

Trending di News