Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Lima Anugerah Budaya untuk Pemkab Gresik, Seniman Dapat Dana Apresiasi Rp 1 Juta/ Tahun

badge-check


					Wabup Gresik, dr. H. Asluchul Alif saat menerima penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Ist Perbesar

Wabup Gresik, dr. H. Asluchul Alif saat menerima penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Ist

Penulis: Sanny   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GRESIK – Disaat bulan suci Ramadan, Kabupaten Gresik mendapat lima anugerah dari Kementrian Kebudayaan Pemerintah Indonesia.

Kelimanya adalah Kupat Keteg, Malem Selawe, Rebowekasan, Pasar Bandeng, dan Pencak Macan, yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI), di Surabaya.

Sertifikat WBTB diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif pada acara penyerahan apresiasi pelaku budaya, tambahan honorarium juru pelihara dan sertifikat WBTB di Taman Krida Budaya Kota Malang, Minggu, (22/2).

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif mengungkapkan, penetapan WBTB ini bukan hanya kebanggaan tetapi juga tanggung jawab besar. Dukungan dari semua elemen masyarakat, sangat penting untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman.

“Penetapan ini juga menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya, maupun kuliner khas yang ada di Kabupaten Gresik,” ungkap Wabup Alif.

Wabup Alif juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Ia berharap dunia pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah, makna, dan filosofi tradisi kepada generasi muda.

“Dengan ditetapkannya tradisi dan kuliner Gresik ini diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik, Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.

Di hadapan kepala daerah, budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat yang hadir, Gubernur Jatim Khofifah menegaskan bahwa status WBTBI merupakan amanah moral untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus zaman.

“Warisan budaya tak benda adalah roh dari peradaban kita. Ia membentuk karakter, memperkuat identitas, dan menjadi penuntun arah pembangunan,” tegasnya.

Pihaknya mendorong agar sektor kebudayaan ditempatkan sebagai bagian strategis dalam pembangunan daerah. Menurut Khofifah, Potensinya tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga dalam mendorong pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif. Hingga memperluas diplomasi budaya di tingkat nasional dan internasional.

“Pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan generasi muda agar pelestarian budaya tidak berhenti pada simbol, melainkan terus berkembang melalui inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai tradisi,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga mengumumkan kenaikan signifikan pada tunjangan kehormatan bagi para juru pelihara cagar budaya di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa baru-baru ini mengumumkan peningkatan tunjangan kehormatan untuk seniman Jawa Timur menjadi Rp 1 juta per orang, dari sebelumnya Rp 500 ribu, diserahkan dalam acara tahunan menjelang Lebaran.

Pada Senin, 23 Februari 2026, Pemprov Jatim mencairkan tunjangan untuk 640 seniman (Rp 1 juta) dan juru pelihara cagar budaya (Rp 1,5 juta), sebagai bentuk apresiasi rutin bukan gaji berkala.

Ini berbeda dari tunjangan bulanan juru pelihara yang ditangani daerah kabupaten/kota, sementara apresiasi seniman bersifat simbolis dan satu kali setahun.

Program ini sudah berjalan bertahun-tahun, seperti pada 2023 (Rp 500 ribu untuk 1.000 seniman) dan 2025 (Rp 500 ribu seniman, Rp 1,65 juta juru pelihara), selalu sebagai bantuan tunai plus sembako tahunan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di News