Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kisah Pilu Siswa SD Ngada: Mama Relakan Aku Pergi, Jangan Menangis Ya Mama!

badge-check


					Inilah surat peninggalan siswa SDMn IV Ngada, ia pamit kepada ibunya yang tidak punya uang untuk membelikan bukiu pelajara. Selamat jalan nak, kamu temukan surgamu. Foto: tribunflores.com Perbesar

Inilah surat peninggalan siswa SDMn IV Ngada, ia pamit kepada ibunya yang tidak punya uang untuk membelikan bukiu pelajara. Selamat jalan nak, kamu temukan surgamu. Foto: tribunflores.com

Penulis: Eko Wienarto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, NGADASeorang siswa kelas IV SD berinisial YBS (10 tahun) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di pohon cengkeh dekat rumah neneknya, setelah meminta buku dan pensil ke ibunya yang tak mampu membelinya.

Tragedi tragis yang terjadi di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, mengungkapkan kejadian itu terjadi pada Kamis (29/1) pekan lalu.

“Anak itu tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun. Ibu dan bapaknya tinggal di kampung sebelah. Ditemukan tegantung di pohon cengkeh dekat rumahnya,” Ujar Tage saat dikutip pada Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, YBS menemukan warga dalam kondisi tak bernyawa pada Kamis siang, saat mereka sedang mengurus kerbau di sekitar lokasi. Pagi harinya, warga melihat bocah itu duduk sendirian di depan rumah, padahal seharusnya bersekolah.

“Ibunya tak punya uang. Ayahnya sudah meninggal saat YBS masih dalam kandungan,” tambah Tage.

Tetangga menggambarkan YBS sebagai anak sholeh, rajin belajar, dan jarang tampak murung meski keluarganya sangat miskin secara ekonomi.

Polres Ngada kemudian menemukan secarik kertas tulisan tangan korban dalam bahasa daerah setempat, berupa surat perpisahan untuk ibu dan keluarganya.

“Surat untuk mama. Saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya mama. Jangan pula Mama mencari atau rinduku. Selamat tinggal mama….” **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Iran Mampu Bikin Dunia Krisis Teknologi bagi Dunia: Helium dan Hormuz

14 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DPR Minta Pemerintah Beri Kompensasi Pemilik Dapur MBG

14 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Ada 4.770 Rekrutmen CPNS untuk Formasi Sekolah Kedinasan

14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Presiden Resmikan Jembatan Garuda Carangwulung Bersama 3.395 Jembatan di Indonesia

14 Agustus 2026 - 09:59 WIB

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Pemkab Jombang Luncurkan Aplikasi PRIME 169: Pangkas Birokrasi dan Pengawasan

13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Okupansi Hotel di Kawasan Bromo Anjlok Dampak Kebakaran

13 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Prabowo: Motor Listrik Lebih Hemat dan Efisien

13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Trending di Nasional