Menu

Mode Gelap

Headline

Kerugian Negara Hampir Rp 180 M, Kejati Jatim Tahan Hudiyono Mantan Pj Bupati Sidoarjo

badge-check


					Kejati Menahan mantan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, terduga kasus korupsi senilai hampir Rp 180 miliar, sejak 26 Agustus 2025. Foto: tirto.id Perbesar

Kejati Menahan mantan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, terduga kasus korupsi senilai hampir Rp 180 miliar, sejak 26 Agustus 2025. Foto: tirto.id

Penulis: Saifudin   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SIDOARJO- Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menanhan mantan Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo periode 2021, Hudiyono, terkait dugaan kasus korupsi pengelolaan dana hibah, belanja barang/jasa, dan belanja modal di Dinas Pendidikan Jawa Timur tahun anggaran 2017.

Hudiyono ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan korupsi dalam pengadaan barang dan sarana prasarana untuk SMK.

Kerugian negara akibat dugaan kasus korupsi yang melibatkan mantan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, diperkirakan mencapai Rp 179.975.000.000 (sekitar Rp 179,975 miliar).

Dalam kasus ini, Hudiyono yang saat itu menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diduga bekerja sama dengan pihak ketiga berinisial JT, yang mengendalikan pengadaan barang.

Mantan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada tanggal 26 Agustus 2025.

Penahanan ini dilakukan setelah Hudiyono ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah dan pengadaan barang untuk SMK di Dinas Pendidikan Jatim tahun anggaran 2017.

Penahanan tersebut berlangsung selama 20 hari, dari 26 Agustus 2025 sampai 14 September 2025, dan dilakukan di Cabang Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim.

Kronologi kasus korupsi yang melibatkan mantan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, bermula dari penyelidikan terhadap anggaran Dinas Pendidikan Jawa Timur tahun 2017 yang digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan (SMK).

Berdasarkan dokumen anggaran perubahan Dindik Jatim 2017, terdapat dana hibah senilai Rp 78 miliar dan belanja modal alat/konstruksi sekitar Rp 107,8 miliar. Hudiyono pada saat itu menjabat sebagai Kabid SMK sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kasus ini terungkap ketika Kepala Dinas Pendidikan Jatim 2017 yang berinisial SR mengenalkan Hudiyono kepada JT, seorang pihak ketiga yang kemudian diketahui mengendalikan penyedia barang.

Hudiyono dan JT lalu diduga merekayasa proses pengadaan barang dengan mengkondisikan lelang agar dimenangkan oleh perusahaan di bawah kendali JT.

Barang dan jenis yang disalurkan tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah, bahkan banyak yang tidak dapat dimanfaatkan.

Setelah dilakukan penyidikan dengan memeriksa 139 saksi, penggeledahan, dan penyitaan, Hudiyono dan JT ditetapkan sebagai tersangka pada 26 Agustus 2025 dan langsung ditahan. Dugaan korupsi menyebabkan kerugian negara mencapai sekitar Rp 179,975 miliar.

Proses lelang dan penggunaan harga serta jenis barang dilandasi dari stok milik JT tanpa analisis kebutuhan sekolah penerima. Kedua tersangka dikenakan pasal korupsi UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Pemkab Jombang Salurkan Insentif Rp1 Juta/ Guru TPQ, Sasar 6.500 Pengajar di 1.816 Lembaga

16 April 2026 - 16:42 WIB

Perayaan 115 ASN Purna Bhakti, Bupati Warsubi: Regenerasi Birokrasi Wajar demi Keberlanjutan

16 April 2026 - 16:26 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:12 WIB

BMKG: Solo Masih Hujan, Dua Hari Banjir Melanda 11 Kalurahan 715 KK

16 April 2026 - 15:54 WIB

Trending di News