Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

KDM dan PT KAI Deal Rp 8 Triliun, Bangun KA ‘Kilat Pajajaran’ 1,5 jam Jabar-Jakarta

badge-check


					Ilustrasi KA Kilat Pajajaran, Jabar-Jakarta ditempuh 1.,5 menggunakan sistem tilting, senilai Rp 8 triliun, seluruhnya saham milik warga Jawa Barat. Foto: @deastamarega Perbesar

Ilustrasi KA Kilat Pajajaran, Jabar-Jakarta ditempuh 1.,5 menggunakan sistem tilting, senilai Rp 8 triliun, seluruhnya saham milik warga Jawa Barat. Foto: @deastamarega

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANDUNG– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Dirut PT KAI) Bobby Rasyidin telah mencapai kesepakatan untuk membangun kereta cepat “Kilat Pajajaran” yang menghubungkan Jakarta ke Bandung dalam waktu 1,5 jam, dengan komitmen dana Rp8 triliun dari Pemprov Jabar.

 

Proyek ini memanfaatkan jalur eksisting dengan modernisasi seperti teknologi tilting train dan eliminasi perlintasan sebidang untuk memangkas waktu tempuh dari 3 jam menjadi 1,5 jam, sambil menjaga tiket terjangkau sekitar Rp150.000–Rp200.000.

Rute direncanakan diperluas ke Tasikmalaya (3 jam) dan Banjar (3,5 jam) untuk dorong pemerataan ekonomi di Priangan Timur.

Kajian dimulai 2026, pembangunan 2027–2030 dengan APBD Jabar Rp2 triliun per tahun, total Rp8 triliun; melibatkan skema “Saham Warga Jabar” dan swasta. Proyek ini tidak bersaing denga Whoosh KCJB, fokus pada kereta konvensional berkecepatan tinggi.

Kolaborasi mencakup revitalisasi Stasiun Bandung ke nuansa heritage 1884, flyover Rp1 triliun, dan gerbong logistik pertanian untuk tekan biaya pangan. Pakar menilai realistis jika difokuskan pada Rp6 triliun untuk capai 2 jam.

 Sistem Tiltling

Teknologi tilting train menjadi rekayasa utama dalam Kajian Teknik Indonesia (KTI) untuk proyek Kereta Kilat Pajajaran, memungkinkan kereta melewati kontur tikungan tajam di lintas Jakarta-Bandung tanpa mengurangi kecepatan secara signifikan.

Sistem tilting memiringkan badan kereta hingga 8 derajat saat memasuki kurva dengan radius 150-600 meter, mengimbangi gaya sentrifugal agar percepatan lateral penumpang tetap di bawah 0.1g untuk kenyamanan.

Aktuator hidrolik atau elektrik pada bogie mengontrol kemiringan secara otomatis berdasarkan sensor kecepatan dan sudut rel, mirip pembalap MotoGP yang condong saat belok.

Lintas Jakarta-Bandung punya 100+ tikungan curam; tilting memungkinkan kecepatan rata-rata 112 km/jam (vs 80 km/jam saat ini), memangkas waktu dari 3 jam jadi 1,5-2 jam tanpa rel baru. Simulasi Universal Mechanism memvalidasi pengurangan akselerasi lateral 30-50%, dengan cant rel tetap standar (maks 110mm).

Model KTI abaikan irregulasi rel untuk baseline; tambahan eliminasi 50+ perlintasan sebidang dan flyover tingkatkan throughput hingga 20 kereta/jam. Prototipe diuji statis untuk distribusi beban roda merata, siap integrasi kontrol aktif pada 2026. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Trending di News