Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Jumadi Marah Kepada Siti, Rumah Gebyog Limas di Grobogan Dipotong Menjadi Dua

badge-check


					Inilah aksi yang dilakukan oleh Jumadi, 45. ia memotong sebuah rumah milik pribadi menjadi dua bagian, sepruh untuk dirinya dan separuh untuk Siti, 41, mantan istrinya. Lokasi bangunan ini di desa Mlowokarang, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (13/2/2026). Foto Isnstagram@medan_kekinian Perbesar

Inilah aksi yang dilakukan oleh Jumadi, 45. ia memotong sebuah rumah milik pribadi menjadi dua bagian, sepruh untuk dirinya dan separuh untuk Siti, 41, mantan istrinya. Lokasi bangunan ini di desa Mlowokarang, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (13/2/2026). Foto Isnstagram@medan_kekinian

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GROBOGAN- Seorang suami nekat memotong rumah limas kayu jati miliknya menjadi dua. Ia menggunakan gergaji mesin, membuat banguan itu terbelah  menjadi dua. Satu bagian untuk dirinya dan sebagian lainnya untuk istrinya.

Peristiwa unik sekaligus memprihatinkan terjadi di Desa Mlowokarang, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada hari Jumat (13/2/2026) .

Pelakunya adalah Jumadi (45). Ia  mengaku nekat melakukan aksi ekstrem itu setelah terjadi sengeketa dan pertengkaran pajang dengan istrinya, Siti (42).

“Saya sudah muak. Rumah ini milik saya, tapi dia yang ngatur semuanya. Saya potong aja supaya adil,” Jumadi kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian Sabtu pagi, 14 Febaruari 2026..

Menurut warga sekitar, kasus itu bermula dari masalah rumah tangga yang berlarut-larut, termasuk perebutan hak atas rumah limas warisan keluarga Jumadi.

Rumah tradisional bergaya Jawa itu, yang berdiri sejak 20 tahun lalu, berhasil dipotong secara horizontal menjadi dua bagian terpisah. 

Kapolsek Pulokulon, AKP Budi Santoso, membenarkan kejadian itu. “Kami melakukan pemeriksaan atas  laporan sekitar pukul 21.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, tapi rumah rusak parah. Pasangan ini sudah kami mediasi dan minta untuk tidak melanjutkan tindakan anarkis,” katanya.

Polisi juga memastikan tidak ada unsur pidana pencurian atau perusakan aset negara, karena rumah tersebut milik pribadi.

Kepala Desa Mlowokarang, Sutrisno, menyatakan miris melihat kejadian ini. “Rumah limas adalah warisan budaya kami. Sayang sekali dirusak gara-gara masalah rumah tangga. Kami akan fasilitasi mediasi damai melalui tokoh agama dan RT/RW,” imbuhnya.

Hingga kini, Jumadi dan Siti tinggal terpisah di kedua bagian rumah yang kini tertutup terpal darurat. Warga berharap pasangan ini segera berdamai, agar tak ada kejadian serupa yang merusak harmoni desa.

Sudah tidak sabar melihat apa yang terjadi di Mlowokarang, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Jumadi (45) memotong rumah limas tradisionalnya pakai gergaji mesin pada Jumat (13/2/2026) malam, gara-gara bertengkar dengan istri, Siti (42).

“Awalnya cuma ribut soal urusan rumah. Tapi kemarin dia balanceg, ‘Rumah ini gue potong dua, lo ambil setengah!’ Saya kaget, tapi dia beneran lakuin,” cerita Mbak RT 03, Sri Wahyuni ​​​​(38), yang menyaksikan langsung.

Jumadi mengaku kecewa akibat konflik berkepanjangan. “Ini rumah bapak warisan saya. Dia (istri) mau ambil semua, saya potong biar adil. Rumah limas ini sakral, tapi sekarang rusak gara-gara ini,” katanya lirih sambil memandang puing.

Adik Jumadi, SlametMereka (40), menambahkan: “pisah ranjang sudah lama. Kami keluarga sudah coba damai, tapi gagal. Rumah limas ini bukan hanya tempat tinggal, tapi identitas budaya Jawa kami.”

Kapolsek Pulokulon, AKP Budi Santoso: “Mediasi berjalan. Tak ada pidana, tapi kami ingatkan jangan ulangi. Rumah limas dilindungi sebagai cagar budaya lokal.”

Kades Mlowokarang, Sutrisno: “Ironis, rumah limas simbol kemakmuran Jawa kini terbelah. Kami ajak mediasi tokoh agama agar budaya tak jadi korban.”

Saat ini, keduanya tinggal terpisah di bagian rumah yang ditutup terpal. Warga berharap mereka bisa berdamai. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

57 ASN di Kukar Terima Transferan Rp36,7 Miliar, BPK Kaltim: Bukan Kelebihan Bayar Biasa

15 Juli 2026 - 21:26 WIB

Yuenchi Arwindi Merasa Difitnah: Demi Allah, Saya tak Ada Hubungan dengan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

15 Juli 2026 - 20:17 WIB

Pegawai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Digaji Rp76.000, Menteri Buka Suara

15 Juli 2026 - 20:11 WIB

Trending di Nasional