Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Hoarding Disorder: Ketika Barang Bekas Jadi Sahabat Sejati

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kasus penggerebekan kamar kos yang viral karena kondisi sangat jorok memicu perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan kondisi psikologis penghuni tersebut.

Fenomena ini dapat berkaitan dengan gangguan mental bernama hoarding disorder. Kondisi ini ditandai kebiasaan menimbun barang secara berlebihan.

Hoarding disorder merupakan gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan membuang barang. Kondisi ini terjadi tanpa mempertimbangkan nilai guna atau nilai sebenarnya.

Gangguan ini berbeda dengan sekedar hobi mengoleksi barang. Penumpukan membuat ruang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Pengidap gangguan penimbunan kerap tidak menyadari kondisi yang dialami. Hal ini membuat penanganan sering terlambat dilakukan.

Penyebab pasti hoarding disorder belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini sering terkait faktor emosional dan pengalaman hidup.

Gejala biasanya muncul secara perlahan dan tidak disadari. Kondisi sering terlihat saat sudah cukup parah.

Berikut gejala hoarding disorder, mengutip laman Halodoc:

1. Menyimpan barang berlebihan hingga memenuhi ruang.

2. Kesulitan membuang barang yang tidak diperlukan.

3. Merasa cemas saat harus membuang barang.

4. Rumah tidak dapat digunakan secara optimal.

5. Sulit mengatur barang dan cenderung menunda.

6. Mengalami konflik dengan keluarga atau lingkungan.

7. Merasa nyaman berada di tengah barang timbunan.

Diagnosis dilakukan oleh tenaga kesehatan mental profesional. Penilaian mengacu pada DSM-5 sebagai standar diagnosis gangguan mental.

Kriteria diagnosis meliputi kesulitan membuang barang secara terus-menerus. Kondisi juga mengganggu fungsi sosial dan aktivitas sehari-hari.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Berapa Honor Shakira di Piala Dunia 2026? Jawabannya Mengejutkan

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Nonton Piala Dunia 2026 Bisakah Pakai STB TV Tabung?

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Dijuluki Gadis Tercantik di Dunia, Penny Lane Balas Komentar Negatif Soal Tubuhnya

8 Juni 2026 - 19:36 WIB

Sarwendah Jadi sorotan Publik, Lontarkan Kata Cong, Terkait Perseteruannya dengan Ruben Onsu

4 Juni 2026 - 19:45 WIB

70 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Alami Penyakit Hati Kronis

3 Juni 2026 - 20:03 WIB

Trending di Life Style