Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Hasil Peneropongan di Bukit Condrodipo, LFNU dan Bupati Gresik Tidak Melihat Hilal

badge-check


					Bupati mGresik bersama tim LFNU melakukan teropong hilal di bukit  Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Selasa (17/2) sore. Perbesar

Bupati mGresik bersama tim LFNU melakukan teropong hilal di bukit Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Selasa (17/2) sore.

Penulis: Sanny   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GRESIK – Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik menyatakan bahwa, hilal tidak terlihat dalam pemantauan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang dilaksanakan di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Selasa (17/2) sore.

Ketua LFNU Gresik, Muchyiddin Hasan mengatakan hilal tidak terlihat disebabkan karena secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

​“Tim kami sebelumnya sudah melakukan hisab, kemudian sore ini melakukan rukyatul hilal, tetapi hilal memang tidak terlihat karena posisinya masih minus,”ujar Muchyiddin Hasan.

​Dijelaskan Ketua LFNU Gresik berdasarkan hasil hisab kontemporer (metode Al-Durru Al-Anieq), matahari terbenam di Bukit Condrodipo pada pukul 17:54:23 WIB. Pada saat itu, ketinggian hilal (irtifak mar’i) berada pada posisi -2 derajat 8 menit 8 detik dengan elongasi 01 derajat 12 menit 38 detik.

​Muchyiddin menjelaskan, data tersebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Karena berdasarkan kriteria IRNU, tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

“Dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk dan umur hilal yang tercatat minus 1 jam 7 menit 39 detik, maka hilal mustahil untuk dapat terlihat saat dirukyat,” jelasnya.

​Laporan hasil pemantauan ini akan segera diteruskan ke PBNU dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat bersama Kementerian Agama RI.

​Terkait kepastian jatuhnya 1 Ramadan 1447 Hijriah, pihak LFNU Gresik mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi (ikhbar) dari PBNU dan pengumuman Menteri Agama RI selaku pimpinan sidang isbat.

“Kami di sini adalah pelaksana yang melakukan pemantauan dan melaporkan hasil secara saintifik. Untuk keputusan akhirnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Menteri Agama,” tambahnya.

​Kegiatan rukyatul hilal ini dihadiri Bupati Gresik, Wakil Ketua PCNU Gresik, Plt Kepala Kantor Kemenag Gresik, Pengadilan Agama Gresik, serta unsur Forkopimcam Kebomas. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Trending di News