Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Harga Keekonomian Pertamax Rp14.960 Jika Tak Ditahan

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengkalkulasi saat ini harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) RON 92 atau Pertamax mencapai Rp14.960/liter, jika harga bensin nonsubsidi tersebut tidak ditahan oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero).

Josua mencatat harga minyak mentah Brent per hari ini berada di kisaran US$105,64/barel, sementara rata-rata harganya sepanjang 1 Januari hingga 1 April 2026 tercatat sekitar US$78,38/barel atau di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) 2026 senilai US$70/barel.

Di sisi lain, rata-rata pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam periode yang sama tercatat sebesar Rp16.859/US$.

Untuk itu, berdasarkan perhitungannya harga keekonomian Pertamax seharusnya berada di sekitar Rp14.960/liter, jauh di atas harga Pertamax di Jawa yang pada bulan ini ditahan di Rp12.300/liter.

“Harga keekonomian Pertamax sekitar Rp14.960,4/liter, dengan demikian setiap 1 juta kl [kiloliter] penjualan Pertamax akan menimbulkan beban sekitar Rp2,66 triliun,” kata Josua ketika dihubungi, Rabu (1/4/2026).

Untuk itu, berdasarkan perhitungannya harga keekonomian Pertamax seharusnya berada di sekitar Rp14.960/liter, jauh di atas harga Pertamax di Jawa yang pada bulan ini ditahan di Rp12.300/liter.

“Harga keekonomian Pertamax sekitar Rp14.960,4/liter, dengan demikian setiap 1 juta kl [kiloliter] penjualan Pertamax akan menimbulkan beban sekitar Rp2,66 triliun,” kata Josua ketika dihubungi, Rabu (1/4/2026).

Bebani Peartamina

Dia mencatt skema dana kompensasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 secara tegas hanya diperuntukan untuk BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite, dengan rumus dasar selisih harga dikali volume.

Dengan demikian, menurutnya, BBM nonsubsidi seperti Pertamax tidak otomatis masuk skema kompensasi pemerintah. Walhasil, jika harga Pertamax saat ini berada di bawah harga keekonomian, selisihnya bakal ditanggung Pertamina.

“Artinya, bila harga Pertamax ditahan di bawah harga ekonominya, tekanan awalnya terutama akan masuk ke arus kas, margin perdagangan, dan laba Pertamina,” ujar Josua.

Sekadar informasi, PT Pertamina (Persero) resmi tidak menyesuaikan seluruh bahan bakar minyak (BBM), baik jenis subsidi dan nonsubsidi per 1 April 2026.

Harga BBM Pertamax (RON 92) di Jabodetabek bulan sebelumnya Rp12.300/liter kini tetap Rp12.300/liter. Harga Pertamax Turbo (RON 98) saat ini tetap dipatok sebesar Rp13.100/liter atau tidak mengalami kenaikan atau penurunan harga dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Begitu juga dengan Pertamax Green, tetap dihargai Rp12.000/liter atau tidak mengalami penyesuaian harga.

Tidak hanya itu, harga bensin atau gasoline bersubsidi yakni JBKP Pertalite—yang menggunakan skema kompensasi — masih ditahan pemerintah di level Rp10.000/liter.

Untuk harga BBM jenis solar, yakni Dexlite dan Pertamina Dex, sama-sama tidak mengalami penyesuaian harga sehingga masing-masing dibanderol Rp14.200/liter dan Rp14.500/liter.

Harga BBM jenis solar atau diesel atau gasoil bersubsidi yakni Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar juga tetap ditahan pemerintah di harga Rp6.800/liter.

Adapun, anggaran subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026 mencapai Rp381,3 triliun. Dari sisi volume, kuota JBKP Pertalite ditetapkan 29,26 juta kl atau turun 6,28% dari tahun lalu.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun 1,7% menjadi US$102,16/barel hari ini pada pukul 14.26 waktu Singapura setelah turun 3,2%. Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 1,4% menjadi US$99,98/barel.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

13 Juli 2026 - 20:07 WIB

5 Kereta Api Ini Menjalani Relasi Terjauh di Indonesia

12 Juli 2026 - 19:05 WIB

Langkah-Langkah Menjaga Kesehatan di tengah Fenomena El Nino

12 Juli 2026 - 18:55 WIB

600 Desa di Jatim Masih Susah Sinyal

12 Juli 2026 - 18:39 WIB

Driver Ojol Teriak Pendapatan Tak Naik karena Potongan Aplikator Masih 20%

9 Juli 2026 - 18:45 WIB

Pembongkaran Tembok Mutiara City Berujung Gugatan, Pemkab Paparkan Empat Fakta di PTUN

9 Juli 2026 - 18:22 WIB

Trending di Nasional