Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Harga Baru BBM Non Subsidi Per 18 April 2026: Pertamina DEX Rp23.900/ Liter

badge-check


					Daftar harga BBm terbaru 18 April 2026 yang dikeluarkan Pemerintah dan Pertamina, per 18 April 2026. Foto: instagram@voxnetizens Perbesar

Daftar harga BBm terbaru 18 April 2026 yang dikeluarkan Pemerintah dan Pertamina, per 18 April 2026. Foto: instagram@voxnetizens

Penulis: Tanasyafirta L. Tirani  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pemerintah/Kementerian ESDM melalui  Pertamina yang mengeluarkan pengumuman teknis dan daftar harga baru di kanal resminya (laman www.pertamina.com dan rilis resmi) serta menyesuaikan harga di seluruh SPBU per 18 April 2026.

Berikut kenaikan harga nasional efektif per 18 April 2026:

Tidak Naik

  • Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami kenaikan dan masih mengacu pada harga 1 April 2026.

  • Harga BBM subsidi (Pertalite, Solar, dan jenis lain yang disubsidi) tetap tidak berubah dan masih mengikuti patokan pemerintah.

Harga di tiap provinsi/SPBU bisa sedikit berbeda karena pajak daerah dan biaya distribusi, sehingga angka di atas menjadi acuan utama di Pulau Jawa, sementara di daerah lain ada variasi tipis.

Alasan Kenaikan

Alasan utama kenaikan harga BBM non‑subsidi per 18 April 2026 adalah penyesuaian terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia dan tekanan fiskal pada APBN, karena mekanisme harga BBM non‑subsidi mengikuti pasar global.

Harga minyak mentah global berada di kisaran US$90–115 per barel, didorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gangguan jalur pelayaran seperti Selat Hormuz.

Skema harga BBM non‑subsidi (Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex) memakai acuan harga internasional seperti MOPS dan Argus, sehingga naik turunnya minyak global langsung terasa di harga pom bensin.

Selisih antara harga keekonomian BBM dan harga jual yang dipertahankan pemerintah menyebabkan kompensasi dan subsidi terus membesar di APBN.

Tanpa kenaikan harga, risiko kerugian dan cashflow yang tertekan di Pertamina semakin besar, sehingga kenaikan BBM non‑subsidi dipandang sebagai cara untuk menjaga kesehatan fiskal dan keuangan perusahaan pelat merah.

Secara singkat, kenaikan ini adalah kombinasi logis: harga minyak dunia mahal + tekanan anggaran negara → penyesuaian harga BBM non‑subsidi mengikuti mekanisme pasar, sementara harga BBM subsidi tetap sengaja ditanam. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

9 Siswa SDN 3 Kampungdalem Kediri Dibawa ke Puskesnas dan RS Gambiran

17 September 2026 - 17:07 WIB

200 Siswa dan Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG

17 September 2026 - 17:03 WIB

77 Siswa dan Guru di Trenggalek Keracunan MBG, Dapur SPPG Disuspend 30 Hari

17 September 2026 - 16:40 WIB

KPK Geledah Kantor Pusat Dirjen ATR/BPN, Ini Daftar 8 Tersangka OTT Bogor

17 September 2026 - 15:36 WIB

Wali Murid Tolak Sumbangan SMAN 1 Jombang, Wibisono: Hapuskan Seluruh Pungutan di Sekolah!

16 September 2026 - 15:05 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:48 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:28 WIB

Ratusan Mahasiswa UINSA Aksi Demo Tolak Muzaki Jabat Rektor Periode II

16 September 2026 - 13:24 WIB

Saat Diringkus KPK, Gus Arif: Bukan Milik Saya, Uang Ini Milik Menteri Yusron Wahid

16 September 2026 - 09:18 WIB

Trending di News