Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Empat Bocah Berusia 4-7 Tahun Tewas Mengapung di Kedung Sungai Sudo Ponorogo

badge-check


					Pulang sekolah empat boca lelakilaki berusia 7 hingga 4 tahun, ditemukan sudah tewas mengapung di kedung sungai Sudo, kawasan hutan daerah hutan Desa Sidoharjo, Ponorogo, Jawa Timur.  Jumat 6 Februari 2026. Foto Instragram@portalJTV Perbesar

Pulang sekolah empat boca lelakilaki berusia 7 hingga 4 tahun, ditemukan sudah tewas mengapung di kedung sungai Sudo, kawasan hutan daerah hutan Desa Sidoharjo, Ponorogo, Jawa Timur. Jumat 6 Februari 2026. Foto Instragram@portalJTV

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwanro

KREDONEWS.COM, PONOROGO– Duka mendalami warga Desa Sidoharjo, Ponorogo, Jawa Timur. Empat bocah ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di  sebuah kedung sungai Sudo, Jumat 6 Februari 2026.

Empat anak di Desa Sidoharjo, Ponorogo, meninggal secara tragis akibat tenggelam di Sungai Sudo saat bermain usai pulang sekolah. Sore hingga malam hari.

Korban terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki, siswa TK dan SD asal Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon. Identitas inisial AL (laki-laki, 7 tahun), SK (4 tahun), AW/AP (4 tahun), dan JH/Jihan (usia SD).

Keempatnya dievakuasi ke Puskesmas oleh orang tua, tapi nyawa mereka tak tertolong. Mereka ditemukan di sebuah  kedung Sungai Sudo, kawasan hutan terpencil sekitar 500 meter dari pemukiman, di bawah bukit dan jurang.

Sungai kecil ini hanya berair pasca hujan, dengan kolam alami sedalam 1,5 meter. Korban diduga sedang bermain atau mandi tanpa pengawasan sekitar pukul 12.30 WIB pada hari Jumat, 6 Februari 2026.

Orang tua korban pertama kali menemukan dan mengevakuasi jenazah, langsung membawa ke puskesmas. Menurut warga setempat bernama  Suwarto  sulit menjangku wilayah itu, daerahnya rawan. 

Karena ditunggi sampai hampir malam, keempat bocah itu tidak segerea pulang ke rumah. Keluarga pun minta tolong ke tetangga, serta melapor ke Tim SAR gabungan Polres Ponorogo, Basarnas, dan Relawan segera dikerahkan.

Pencarian intensif dilakukan hingga malam. Dua korban pertama ditemukan pukul 18.30 WIB, disusul dua lainnya pukul 20.00 WIB. 

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo memimpin olah TKP. Ia menduga  mereka terjebak debit air tinggi pasca-hujan deras seminggu terakhir. Dalamnya air di kedung itu, 140 cm. Sementara korban paling tinggi hanya 116 cm, jadi posisi air lebih dalam dibanding tinggi badan korban.

Kronologi

  • Pulang sekolah dan bermain : Keempat bocah (JN 4 thn, AP 4 thn, SK 4 thn, AL 7 thn; 3 perempuan TK, 1 laki-laki SD) baru pulang sekolah lalu bermain di sekitar sungai kecil (Kedung Sudo) yang terpencil di hutan, jauh dari pemukiman.

  • Tenggelam (waktu tak pasti) : Mereka tenggelam, kemungkinan besar siang hari pasca-pulang sekolah, sebelum atau sekitar salat Jumat (~13.00 WIB); detail jam tetap belum jelas karena lokasi sulit dijangkau.

  • Ditemukan orang tua : Orang tua korban pertama kali menemukan mereka mengapung/dievakuasi sendiri.

  • Evakuasi cepat : Korban langsung dibawa keluarga ke Puskesmas Jambon sesaat setelah ditemukan (setelah salat Jumat).

  • Kematian yang dikonfirmasi : Di puskesmas, keempatnya dinyatakan meninggal; orang tua histeris.

Perangkat desa (Suwarto) menyatakan kronologi jam kejadian masih mendesak karena evakuasi cepat oleh keluarga. Kapolres Ponorogo mengimbau pengawasan orang tua ketat. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Trending di Nasional