Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Dituduh Rugikan Warga Babel, Bambang Hero: Saya Pakai Metode Ilmiah dan Valid

badge-check


					Guru besar IPB Prof. Bambang Hero Saharjo, dilaporkan ke polisi terkait penghitungan kerugian eko sistem atas tata niaga timah di provinsi Bangka Balitung. Foto: https: fahutan.ipb.ac.id Perbesar

Guru besar IPB Prof. Bambang Hero Saharjo, dilaporkan ke polisi terkait penghitungan kerugian eko sistem atas tata niaga timah di provinsi Bangka Balitung. Foto: https: fahutan.ipb.ac.id

Penulis: Hadi S. Purwanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PANGKALPINANG–  Prof. Bambang Hero Saharjo, guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan ahli lingkungan, Kamis 9 Januari 2025,  memberikan respon setelah dilaporkan ke polisi terkait perhitungan kerugian negara sebesar Rp 271 triliun dalam kasus korupsi tata niaga timah.  Dia menyatakan tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip ilmiah dan integritas dalam penelitiannya.

Ia menegaskan bahwa penghitungan kerugian lingkungan yang dilakukannya tidak hanya didasarkan pada aspek ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.

Bambang juga mengungkapkan keyakinannya bahwa hasil perhitungannya penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan.

Ia percaya bahwa tantangan yang dihadapinya mencerminkan kesulitan yang sering dihadapi oleh para ahli lingkungan dalam memperjuangkan kebenaran di tengah tekanan politik dan hukum.

Meskipun menghadapi kritik dan tantangan, Bambang tetap optimis bahwa generasi muda Indonesia akan melanjutkan perjuangannya dalam menjaga lingkungan dan mengatasi masalah korupsi.
Prof. Bambang Hero Saharjo memberikan reaksi tegas terhadap laporan yang diajukan kepadanya terkait perhitungan kerugian negara sebesar Rp 271 triliun dalam kasus korupsi tata niaga timah. Ia menegaskan bahwa penghitungan yang dilakukannya berlandaskan metode ilmiah yang valid dan independen, serta tidak terpengaruh oleh kepentingan pihak manapun.
Bambang mengkritik tuduhan yang menyatakan bahwa ia tidak memiliki kompetensi dalam menghitung kerugian keuangan negara, mengingat latar belakangnya sebagai ahli lingkungan.

Ia berpendapat bahwa perhitungan kerugian yang dilakukan harus mempertimbangkan dampak lingkungan, dan ia merasa bahwa metode yang digunakan, termasuk citra satelit, adalah sah dan sesuai dengan standar yang ada.

Ia juga menyoroti dampak negatif dari laporan tersebut terhadap ekonomi lokal, di mana banyak perusahaan tambang terpaksa ditutup akibat proses hukum yang berlarut-larut. Bambang menegaskan bahwa hasil perhitungannya adalah untuk kepentingan publik dan perlindungan lingkungan, bukan untuk merugikan masyarakat atau perusahaan

Laporan Perpat

Ketua DPD Putra Putri Tempatan (Perpat) Bangka Belitung, Andi Kusuma melaporkan Prof. Bambang Hero Saharjo, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan ahli lingkungan, ke Polda babel di Pangkalpinang.

Laporan ini diajukan, Rabu 8 Januari 2025, terkait dugaan ketidakvalidan hasil perhitungan kerugian negara yang mencapai Rp 271 triliun dalam kasus korupsi tata niaga timah.

Bambang Hero dilaporkan karena hasil perhitungannya digunakan sebagai dasar tuntutan terhadap terdakwa korupsi, termasuk Harvey Moeis. Namun, kompetensi Bambang sebagai saksi ahli dipertanyakan karena ia adalah ahli lingkungan dan bukan ahli keuangan negara. Metode penghitungan yang menggunakan citra satelit juga dianggap tidak akurat oleh pelapor.

Andi Kusuma menyatakan bahwa perhitungan tersebut merugikan masyarakat Bangka Belitung dan mengklaim bahwa banyak perusahaan tambang ditutup akibat dampak hukum dari kasus ini, yang menyebabkan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan.

Dia menekankan bahwa penghitungan kerugian harus dilakukan oleh ahli keuangan untuk memastikan keakuratan dan relevansi.

Kasus ini telah menimbulkan efek domino pada ekonomi lokal, dengan banyak perusahaan tambang terpaksa ditutup dan masyarakat setempat merasa dirugikan oleh nilai kerugian yang dinilai tidak realistis. Andi meminta agar aparat hukum menindaklanjuti laporan ini demi keadilan bagi semua pihak

Direktur Ditreskrimum Polda Bangka Belitung menyatakan bahwa laporan tersebut akan dipelajari untuk menentukan langkah selanjutnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ramai Boikot Produk RI di Malaysia hingga Pemerintah Buka Suara

9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Tiga Gelombang Rudal Houthi Sasar Bandara Riyadh: Tiga Orang Tewas, 31 Lukaluka, Pesawat 320 Rusak Berat

9 Oktober 2026 - 17:58 WIB

KM Virgo 8 Tenggelam: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 108 Selamat, 82 Tewas, 53 Hilang

9 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Kapolres Jombang Sambangi Bupati

9 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Polisi Gerebek Judol di Kompleks Cijantung, KSAD Jenderal Maruli: Ada Laporan Pasti Kita Tindak Tegas!

9 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Massa Segel Pintu Gerbang PT JPN, Efek Limbah Bau Busuk Ganggu Siswa SMPN 4 Banjardowo Jombang

9 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Plafon SDN 2 Cempoko Sragen Ambrol, Dua Wanita Guru Alami Lukaluka

9 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Khairul Kalam Sukses Hancurkan Bangunan Calon Gerai Indomart, Kini Kapolres Pamekasan Siap Meringkusnya

8 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Trending di News