Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Ditonton 14 Juta Pemirsa di Tiktok, Mandalay Hancur Ternyata Video Palsu Buatan AI

badge-check


					(Kiri) Adalah video palsu deepfake menggunakan teknologi AI (Artifacial Intelligence) yang diunggah lewat tiktok.com. Video ini telah ditonton lebih 14 juta pemirsa. (Kanan) Salah satu tanda bahwa video itu palsu adalah gerakan orang berjalan tidak normal, alias tidak harmonis, mirip robot. 
Tangkap layar video Instagram@bbcindonesia Perbesar

(Kiri) Adalah video palsu deepfake menggunakan teknologi AI (Artifacial Intelligence) yang diunggah lewat tiktok.com. Video ini telah ditonton lebih 14 juta pemirsa. (Kanan) Salah satu tanda bahwa video itu palsu adalah gerakan orang berjalan tidak normal, alias tidak harmonis, mirip robot. Tangkap layar video Instagram@bbcindonesia

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MYANMAR–  BBC Indonesia, 2 April 2025,  telah merilis ada video palsu tentang kota Mandalay, yang digambarkan luluh lantak akibat  gempa 7,7 magnetudo  yang mengguncang Myanmar terjadi  Jumat, 28 Maret 2025.

Seperti diunggah dalam Instagram@bbcindonesia, gempa ini berkekuatan magnitudo 7,7 dan terjadi sekitar pukul 12:50 waktu setempat. Pusat gempa terletak sekitar 16 kilometer dari Mandalay, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 yang terjadi sekitar 12 menit kemudian.

Berangkat dari situ  muncul video dari tiktok.com, dan sudah ditonton oleh sebanyak lebih dari 14 juta pemirsa. Dalam unggahan disebutkan bahwa suasana kota Mandalay, Myanmar, pasca gempa.

Ternyata itu adalah gambar palsu, yaitu video buatan AI (artifacial intelligence) alias kecerdasan buatan, aliasa tidak terjadi yang sesungghynya.  Gambar dalam video ini bukan kondisi sesungguhnya, melainkan diolah menggunakan AI.

Memang ada dua pagoda besar di Mandalay, akan tetapi gambarnya tidak berdekatan. Tetapi disitu digambarkan seolah-olah terjadi sesungguhnya, padahal itu diolah menggunakan AI. Kita semua menjadi terpesona!

Setelah itu bermuncul gambar-gambar foto serupa alias palsu yang menggambarkan kerusakan yang mengerikan dalam musibah gempa Myanmar. Itulah semua diolah menggunakan AI. Meskipun juga banyak video dan gambar asli, tampa campur tangan AI.

Menurut BBC Indonesia, itu tidak menjadi masalah, akan tetapi akan membuat orang binggung, terutama pada saat mencari informasi yang sebenarnya apa yang terjadi, ternyata gambar itu bukan yang sesungguhnya. Inilah persoalan yang bakal terjadi terus terjadi di dunia maya.

Video ini termasuk dalam kategori deepfake, yaitu teknologi yang dapat menghasilkan konten visual dan audio yang sangat realistis namun sepenuhnya palsu.

Deepfake dalam Penipuan

Teknologi deepfake sering disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu, terutama dalam konteks bencana alam.

Dalam kasus ini, video yang menunjukkan kerusakan di Mandalay tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi menciptakan kepanikan dan kebingungan di masyarakat.

Deepfake dapat memanipulasi gambar dan suara sehingga tampak seolah-olah seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi.

Kehadiran video palsu seperti ini berkontribusi pada krisis kepercayaan publik terhadap media dan informasi. Ketika masyarakat sulit membedakan antara fakta dan fiksi, hal ini dapat mengarah pada penyebaran disinformasi yang lebih luas, memicu konflik sosial, dan merusak reputasi individu atau kelompok tertentu.

Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan kritis terhadap konten yang mereka konsumsi, terutama saat terjadi peristiwa besar seperti bencana alam. Memeriksa sumber informasi dan menggunakan alat verifikasi dapat membantu mengurangi dampak negatif dari penyebaran informasi palsu ini.

Cara Mengenali

Untuk mengetahui apakah sebuah foto atau video adalah deepfake, ada beberapa metode dan indikator yang dapat digunakan:

Perhatikan apakah pencahayaan di wajah sesuai dengan latar belakang. Ketidakcocokan ini bisa menjadi tanda manipulasi.

Video deepfake sering menunjukkan gerakan wajah tidak alami, seperti kedipan mata yang tidak sinkron atau ekspresi yang kaku. Deepfake mungkin memiliki cacat visual kecil, seperti tepi yang kabur atau detail gambar tidak jelas, terutama di sekitar wajah.

Jika suara tidak cocok dengan gerakan bibir, ini bisa menjadi indikasi bahwa video tersebut telah dimanipulasi. Perhatikan perubahan suara yang tidak konsisten atau anomali dalam rekaman audio.

Ada berbagai alat berbasis AI yang dirancang untuk mendeteksi deepfake, seperti Reality Defender dan DeepFake-o-meter. Alat ini menganalisis pola dalam video untuk mendeteksi manipulasi.

Bisa juga dilakukan dengan cara memeriksa keaslian sumber konten sangat penting. Jika video atau gambar berasal dari sumber yang tidak dikenal atau tidak terverifikasi, kemungkinan besar itu adalah deepfake.

Memeriksa metadata dari file gambar atau video dapat memberikan informasi tambahan tentang keaslian konten. Data EXIF pada gambar dapat menunjukkan apakah gambar tersebut telah diedit.

Dengan menerapkan metode-metode ini, Anda dapat lebih mudah mengidentifikasi apakah suatu konten adalah deepfake atau tidak. Meskipun demikian, kita harus selalu belajar mengenali deepfake-deepfake lainnya yang sekarang menjamur dan telah menjai menu harian berseliweran di dunia maya. Sungguh berat mengahadapi persoalan ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Trending di Internasional