Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bertemu Gubernur Dedi Mulyadi, Penjual Es Gabus Suderajat Tiga Kali Minta Maaf!

badge-check


					Gubenur Dedi Mulyadi mengundang Suderajat, penjual es gabus bersama ketua RW, Ali Akbar pasca viral kasus es berbahan baku spons, 28 Januari 2026. Foto: harianaceh.co Perbesar

Gubenur Dedi Mulyadi mengundang Suderajat, penjual es gabus bersama ketua RW, Ali Akbar pasca viral kasus es berbahan baku spons, 28 Januari 2026. Foto: harianaceh.co

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SUBANG– Penjual es gabus Suderajat, 49, sedang viral dan menjadi orang  beken seantero Indonesia. Pasca viral video atas tuduhan bahan baku esnya dari spons, mengundang rasa kasihan. Ia mendapat kunjungan orang baik yang memberi bantuan uang, polisi beri motor, dapat hadiah umrah. Bahkan ada simpatisan dari Malaysia mendatangi rumahnya.

Kasus virasl ini pula, gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan bantuan untuk membantu Suderajat. Sebelum mengundang Suderajat pada 28 Januari 2026 di Lembur Pakuan, Subang, Kang Dedi Mulyadi (KDM) telah memberikan bantuan awal kepada pedagang es gabus tersebut.

Bantuan tersebut berupa uang tunai Rp15 juta, yang diserahkan saat Suderajat dalam perjalanan menuju Karawang, Jawa Barat, untuk memenuhi undangan KDM.

Dana itu dialokasikan untuk melunasi kontrakan setahun (Rp9,6 juta), tunggakan sekolah anak, dan kebutuhan ekonomi setelah Suderajat 4 hari tak berjualan akibat kasus viral.

Kemudian, saat pertemuan, KDM menambahkan bantuan lain setelah fakta rumah terungkap, tapi bantuan awal sudah diberikan berdasarkan cerita Suderajat yang masih dianggap simpati.

Pertemuan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dengan Suderajat dan Ketua RW setempat berlangsung di kediaman pribadi KDM di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.

Acara itu terjadi pada pagi hari Rabu, 28 Januari 2026, setelah Suderajat tiba pada dini hari yang sama usai berangkat malam sebelumnya dari Bojonggede, Bogor.

Ketua RW, M. Ali Akbar, turut mendampingi dan mengantar Suderajat secara langsung, sebagaimana diungkap dalam pernyataannya pada hari itu.

Video pertemuan yang viral di kanal YouTube Dedi Mulyadi juga dirilis sekitar Jumat (30/1/2026), mencakup verifikasi kondisi rumah Suderajat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meledak amarahnya saat bertemu Suderajat, pedagang es gabus viral yang mengaku diintimidasi oknum aparat, setelah terbukti keterangannya banyak bertentangan dengan fakta lapangan.

KDM yang semula iba karena menduga Suderajat hidup susah, justru kecewa berat usai memeriksa langsung lokasi tinggal pedagang asal Bojong Gede, Bogor, tersebut.

Ternyata, Suderajat memiliki rumah sendiri beserta tanahnya, bukan kontrakan seperti yang dibeberkan sebelumnya. Ia juga pernah dapat bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Ketua RW setempat membenarkan hal itu di depan KDM. “Itu rumah milik sendiri, Pak. Tanahnya pun milik sendiri,” katanya, seperti dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi, Jumat (30/1).

KDM segera marah, gebark  meja. Ia memprotes Suderajat yang kerap bohong soal fakta di lapangan. “Katanya ngontrak. Bohong itu! Kenapa bohong mulu?” Kata  KDM dengan suara menggelegar.

“Babeh bilangnya ngontrak. Bohong sih! Kenapa bohong terus?” (setelah Ketua RW ungkap rumah milik sendiri).​​

“19 tahun ngontrak terus?” (merespons penjelasan Ketua RW soal masa tinggal Suderajat).​

“Rumah sendiri, tanahnya juga tanah sendiri?” (memverifikasi kepemilikan dengan Ketua RW).​

“Orang tua sudah ngasih rumah, tapi Babeh bilangnya enggak dikasih, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, dijual sama saudaranya.” (menyinggung warisan yang diklaim minim).

Ketua RW lantas ungkap bahwa rumah itu dibeli mendiang orang tua Suderajat sekitar 2007 dengan harga Rp 35–40 juta. Informasi ini makin memicu kekecewaan KDM.

Suderajat berulang kali minta ampun, mengaku rumahnya pernah rusak berat dan dibantu Rutilahu. Namun, dalih itu tak mampu meredam kemarahan KDM. Baginya, masalah pokoknya adalah kebohongan, bukan soal kemiskinan.

KDM juga sindir klaim Suderajat yang bilang hanya warisi uang Rp 200 ribu dari orang tua. “Orang tua sudah kasih rumah, tapi katanya enggak, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, lalu dijual saudaranya,” tegas KDM. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

Suhu Naik 1,2 Derajat Celcius Akibat Super El Nino, 451 Ribu Nyawa Melayang

25 September 2026 - 21:11 WIB

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Trending di News