Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Bahlil Ungkap Ketahanan Energi RI Hanya Cukup 21 Hari

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkankan kebutuhan minyak Indonesia masih tergantung pada impor.

Bahlil menyebutkan konsumsi minyak di Indonesia saat ini sekitar 1,6 juta barel per hari (bph), sementara lifitingnya hanya mencapai 605 ribu barel per hari.

Kemudian saat ini Indonesia masih mmengimpor sekitar 1 juta barel per hari. Ia bilang kondisi ini berbanding terbalik pada tahun 1996-1997.

“Konsumsi kita sekarang 1,6 juta bareng per day. Dan kita impor 1 juta bareng per day. Jadi kembalikan di tahun 1996-1997 kita ekspor 1 juta barel, di tahun 2024-2025 kita impor 1 juta barel. Nah kalau seperti ini modelnya, gimana kita bicara tentang swasembada?” kata Bahlil dalam acara Kuliah Umum yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2/2205).

Menurutnya, kondisi ini lifting minyak RI harus segera ditingkatkan di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.

Bahkan Bahlil bilang, jika kapal-kapal pengangkut impor minyak tertahan selama sekitar 17 hari sampai 20 hari saja, bisa melumpuhkan pasokan energi nasional.

Sebab, kata Bahlil, ketahanan energi Indonesia hanya cukup sampai 21 hari saja.

“Cadangan ketahanan Energi kita cuma 21 hari, cukup perang, tidak ada kapal yang masuk, 17 hari sampai sudah wa yamna unal maun lampu semua mati, tinggal batu bara. Mobil-mobil (mati) kecuali mobil pakai batu bara, pakai nikel,” ujarnya.

Adapun untuk meningkatkan lifting minyak, Bahlil bilang, pihaknya melakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap sejumlah sumur yang ada di Indonesia. Ia bilang saat ini ada sekitar kurang lebih 40.000 sumur. Namun yang sumur berproduksi hanya sekitar 17.000 sumur. Itu pun merupakan sumur-sumur tua.

Dari kondisi tersebut, maka perlu adanya optimalisasi teknologi melalui EOR, kemudian melakukan pengelolaan terhadap sumur-sumur yang nganggur atau idle well dengan melakukan kerja sama dengan pihak lain.

Kemudian mempercepat proses perizinan puluhan ribu sumur minyak masyarakat di sejumlah daerah agar dapat segera berkontribusi terhadap lifting nasional.

Langkah selanjutnya yakni melakukan ilmu tekan menekan. Artinya, ia mendorong KKKS yang sudah melakukan POD untuk segera melakukan konstruksi untuk bisa produksi. Jika hal tersebut tak dilakukan maka akan dicabut izin produksinya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Rayakan Anniversary, PT Surya Sarana Sentosa Berbagi ke Anak Yatim dan Dukung Program Prabowo

29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Modal Pengalaman 3 Tahun di Ditlantas Polda Jatim, AKP Septia Resmi Jabat Kasatlantas Kediri Kota

28 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Honda Surabaya Center Incar 120 SPK di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pasar Mi Instan Indonesia Susut 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Cadangan Beras 5,1 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino

26 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Anggaran Hampir Rp 7 T, Purbaya Kecewa Data DTSEN Morat-marit

26 Agustus 2026 - 18:42 WIB

43.805 Warga RI Kena PHK, Buruh dan Pengusaha Ungkap Hal Tak Terduga

25 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Trending di Nasional