Penulis: Arief Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG — Seorang pria lanjut usia bernama Sakip, 61, ditemukan tewas mengapung di aliran sungai wilayah Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Selasa pagi, 28 April 2026.
Korban adalah Sakip bin Selar, warga Desa Gongseng, RT 01/RW 04, Kecamatan Megaluh, Jombang.
Sementara itu, penyebab kematiannya masih dugaan sementara: keluarga menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung, dan pemeriksaan awal polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban diketahui merupakan warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri tidak jauh dari lokasi kejadian.
Korban pertama kali ditemukan warga yang melintas di tepi sungai sekitar pukul 05.30 WIB, saat ditemukan, posisi tubuh korban terlentang di aliran sungai, sehingga warga kemudian melaporkan temuan itu ke perangkat desa dan kepolisian.
Petugas kepolisian bersama tim medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Dari hasil sementara, polisi menduga korban belum lama meninggal dunia, dan penyebab kematian masih akan dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan.
Sejumlah laporan awal menyebut korban memiliki riwayat penyakit, sehingga polisi menduga kematian bisa terkait faktor kesehatan, meski penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur lain.
Tiga Temuan
Sepanjang April 2026, dari informasi yang sudah terkumpul ada setidaknya 3 temuan mayat/jenazah di wilayah Jombang yang sempat diberitakan:
- 12 April 2026: mayat pria di Sungai Mrican / Megaluh. Kasus ini kemudian terungkap sebagai pembunuhan.
- 20 April 2026: mayat tanpa identitas di hutan/ladang jagung Wonosalam. Identitasnya saat itu masih didalami polisi.
- 27 April 2026: jasad lansia Sakip bin Selar ditemukan mengapung di Sungai Megaluh / Desa Gongseng. Dugaan sementara mengarah ke faktor penyakit.**







