Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Sedihlah Sri Cahyaningsih Lulus Tes Tertinggi, tapi Gagal Lolos CPNS Karena Tinggi Badan Kurang Setengah Centi

badge-check


					Sri Chayningsih, perempuan asal Boyolali Jawa Tengah telah berhasil meraih nilai tes tertinggi, namun gagal jadi CPNS Kemenkumham, gegara tinggi bandannya 157,5 cm sementara aturannya 158 cm. Instagram@sukabumitoday Perbesar

Sri Chayningsih, perempuan asal Boyolali Jawa Tengah telah berhasil meraih nilai tes tertinggi, namun gagal jadi CPNS Kemenkumham, gegara tinggi bandannya 157,5 cm sementara aturannya 158 cm. Instagram@sukabumitoday

Penulis: Adi Wardhono  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BOYOLALI– Tri Cahyaningsih, perempuan  buruh pabrik asal Boyolali, Jawa Tengah, baru-baru ini menjadi sorotan setelah meraih skor tertinggi dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah dengan nilai 476. Namun, impiannya untuk menjadi pegawai negeri sipil terhalang karena tinggi badannya kurang dari syarat minimal yang ditetapkan, yaitu 158 cm; ia hanya memiliki tinggi 157,5 cm.

Tri Cahyaningsih menggunakan ijazah SMA untuk mendaftar seleksi CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah.

Ia melamar  untuk menjadi Penjaga Tahanan, namun harus menghadapi kenyataan pahit karena tinggi badannya kurang dari syarat minimum yang ditetapkan, meskipun berhasil meraih skor tertinggi dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan nilai 476.

Tri, yang akrab disapa Ayya, sebelumnya  telah berusaha untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 2017. Ia telah mengikuti beberapa kali seleksi CPNS, tetapi selalu gagal karena berbagai alasan.

Di antaranya, pada tahun 2017 ,  ia gagal dalam tes seleksi kesamaptaan dan pada tahun berikutnya tidak dapat mengikuti tes karena hamil.

Kini, meskipun berhasil meraih skor tertinggi, ketidakcukupan tinggi badan membuatnya tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses seleksi.

Tri Cahyaningsih terakhir mengikuti tes CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Jawa Tengah pada akhir Oktober 2024.

Tes CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk tahun 2024 dilaksanakan dalam dua tahap utama: Pertama Seleksi MKomtensi Dasar (SKD)  16 Oktober hingga 14 November 2024. Pengumuman hasil SKD: 17 hingga 19 November 2024.

Lalu mengikuti Seleksi Komptensi Bidang (SKB) tanggal 20 November hingga 17 Desember 2024. Pengumuman hasil CPNS: 5 hingga 12 Januari 2025.  Dengan demikian, hasil dari tes SKD diumumkan sebelum pelaksanaan SKB, dan hasil akhir CPNS diumumkan pada awal Januari 2025. Ia dinyatakan gagal lolos, gegasara kurang setengah senti.

Namun Sri termasuk bermental baja, dia mengatakan belum rezekinya, jika ada tes CPNS lagi dia akan mengikuti ujian itu sesuai bidang dan persyaratan yang dia miliki. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di News