Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Nasi Bisa Membunuhmu, Masaklah dan Simpanlah dengan Benar

badge-check


					Masaklah nasi dengan benar, buang jika rusak Perbesar

Masaklah nasi dengan benar, buang jika rusak

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Nasi merupakan makanan pokok di banyak rumah tangga. Makanan ini hemat biaya, cocok dipadukan dengan banyak makanan lain, dan mudah dibuat. Namun, nasi dapat membuat Anda sakit — dan bahkan berpotensi mematikan bagi sebagian kecil orang — jika Anda tidak tahu kapan harus membuangnya.

Alasannya? Beras dapat mengandung sesuatu yang disebut Bacillus cereus, bakteri penghasil racun yang ditemukan di tanah, tumbuhan, dan makanan. Patogen tersebut merupakan penyebab umum keracunan makanan, yang menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan diare yang biasanya berlangsung selama sekitar 24 jam, menurut National Library of Medicine .

Dan sementara sebagian besar orang akan pulih sepenuhnya setelah jatuh sakit karena Bacillus cereus — atau bahkan tidak jatuh sakit sama sekali ketika terpapar dalam jumlah kecil — bakteri tersebut dapat mematikan bagi populasi yang rentan seperti anak kecil dan orang tua serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Itulah mengapa penting untuk menangani beras dengan benar dan mengetahui kapan saatnya membuang beras yang sudah dimasak maupun yang belum dimasak ke tempat sampah. Baca terus untuk mengetahui cara mengetahui kapan beras sudah basi.

Nasi

Uji Bau: Apakah nasi berbau tidak sedap atau aneh? Menurut Allrecipes.com , nasi segar seharusnya tidak berbau banyak, jadi jika baunya asam atau aneh, tidak ada gunanya.

Tekstur yang berlendir dan lembek juga merupakan tanda bahwa sudah waktunya untuk membuang nasi yang sudah dimasak . Nasi yang sudah dimasak biasanya akan semakin kering seiring berjalannya waktu, jadi tekstur yang lebih lembut dan lembap menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri dan merupakan tanda bahaya, menurut Healthline .

Allrecipes juga mencatat bahwa Anda harus berhati-hati jika nasi Anda tampak lebih kusam warnanya daripada saat pertama kali dimasak. Selain itu, selalu perhatikan titik-titik hijau atau biru, yang merupakan tanda pasti adanya jamur — yang dapat menjadi racun jika tertelan, menurut Cleveland Clinic.

Secara keseluruhan, para ahli sepakat bahwa nasi yang dimasak sebaiknya hanya disimpan di lemari es selama empat hingga enam hari dan tidak lebih dari itu.

Catatan Tentang Memanaskan Kembali Nasi

Menurut Fakultas Kedokteran Universitas Washington, memanaskan kembali nasi tidak akan membunuh racun yang disebabkan oleh Bacillus cereus . Oleh karena itu, Anda tidak boleh mencoba memanaskan kembali nasi yang Anda curigai sudah berubah warna atau membiarkan nasi yang sudah matang tidak didinginkan selama lebih dari satu atau dua jam setelah dimasak karena Bacillus cereus dapat tumbuh subur pada suhu ruangan.

Menyimpan beras ada aturannya

Nasi Mentah (Beras)

Jika nasi mentah (beras) Anda berbau asam atau apek atau terasa lembap, menggumpal atau berminyak, saatnya membuangnya, menurut AllRecipes. Semua itu merupakan tanda-tanda bahwa jamur telah mulai tumbuh. Selain itu, jika nasi merah mentah tampak kuning, itu merupakan tanda bahwa nasi tersebut telah menjadi tengik.

Secara keseluruhan, beras putih mentah biasanya memiliki masa simpan dua tahun, sedangkan beras merah mentah biasanya memiliki masa simpan enam bulan, menurut Healthline. Situs tersebut juga mencatat bahwa Anda harus selalu memastikan bahwa kantong yang berisi beras tersebut utuh, karena lubang kecil dapat menunjukkan keberadaan serangga kecil yang dikenal sebagai kumbang.

Sekali lagi, sebagian besar penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh Bacillus cereus akan sembuh dalam sehari. Namun, karena penyakit ini dapat mematikan bagi populasi yang rentan — dan karena tidak ada yang menginginkan keracunan makanan, meskipun hanya sesaat — sebaiknya selalu ingat kiat-kiat di atas saat menyimpan beras di rumah Anda.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Berapa Honor Shakira di Piala Dunia 2026? Jawabannya Mengejutkan

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Nonton Piala Dunia 2026 Bisakah Pakai STB TV Tabung?

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Dijuluki Gadis Tercantik di Dunia, Penny Lane Balas Komentar Negatif Soal Tubuhnya

8 Juni 2026 - 19:36 WIB

Sarwendah Jadi sorotan Publik, Lontarkan Kata Cong, Terkait Perseteruannya dengan Ruben Onsu

4 Juni 2026 - 19:45 WIB

70 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Alami Penyakit Hati Kronis

3 Juni 2026 - 20:03 WIB

Trending di Life Style