Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Presiden Prabowo Putuskan Bangun Tanggul Laut 700 Km Banten-Jatim

badge-check


					Utusan khusu Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo umumkan pemerintah akan bangun tanggul laut pantai utara Banten-Jatim sejauh 700 km. Tangkap layar video youtube@CNBC Indonesia Perbesar

Utusan khusu Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo umumkan pemerintah akan bangun tanggul laut pantai utara Banten-Jatim sejauh 700 km. Tangkap layar video youtube@CNBC Indonesia

Penulis: Hadi S. Purwanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDNEW.COM, JAKARTA- Hashim Djojohadikusumo, sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk Iklim dan Energi, mengumumkan bahwa pemerintah akan membangun tanggul laut raksasa sepanjang 700 kilometer yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur.

Pengumuman ini disampaikan pada acara ESG Sustainability Forum 2025 di Jakarta pada tanggal 31 Januari 2025.

Pembangunan tanggul ini bertujuan untuk melindungi jutaan hektare sawah yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman kenaikan permukaan laut.
Hashim menekankan pentingnya proyek ini untuk ketahanan pangan Indonesia, mengingat sawah-sawah di wilayah tersebut merupakan sumber utama pasokan pangan.
Ia juga menyebutkan bahwa proyek ini telah dirancang sejak tahun 1994, namun baru akan dilaksanakan sekarang karena ancaman perubahan iklim yang semakin mendesak.
Hashim memperkirakan bahwa pembangunan tanggul laut ini akan memakan waktu antara 10 hingga 20 tahun. Proyek ini direncanakan akan dibiayai melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public-Private Partnerships (PPP), dengan keterlibatan beberapa negara seperti China dan Jepang dalam pembiayaan dan teknis pembangunan.

Tanggul laut raksasa ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi lahan pertanian, tetapi juga untuk mencegah dampak negatif dari perubahan iklim yang dapat mengancam kehidupan masyarakat di pantai utara Jawa.
Hashim menegaskan bahwa proyek ini harus segera dimulai agar tidak terlambat dalam menghadapi tantangan lingkungan. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Trending di Nasional