Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Pertama Tahun 2025, Hakim PN Sidoarjo Jatuhkan Vonis Hukuman Mati Dua Pengedar Narkoba

badge-check


					Petugas pengadilan membuka baju tahanan kedua terdakwa kasus narkoba, Apriana Bastian alias Apri dan Yoseph Daya Subakti. Ketua majelis Hakim irianto menjatuhkan hukuman mati kepada mereka berdua, Kamis 9 Januari 2025. Foto: Istimewa/seru.co.id Perbesar

Petugas pengadilan membuka baju tahanan kedua terdakwa kasus narkoba, Apriana Bastian alias Apri dan Yoseph Daya Subakti. Ketua majelis Hakim irianto menjatuhkan hukuman mati kepada mereka berdua, Kamis 9 Januari 2025. Foto: Istimewa/seru.co.id

Penulis: Syaifudin  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SIDOARJO- PN Sidoarjo membuat catatan sejarah baru tahun 2025, ketua majelis hakim Irianto membacakan vonis hukuman mati terhadap dua terdakwa kasus peredaran narkoba, Apriana Bastian alias Apri dan Yoseph Daya Subakti alias Agus, Kamis, 9 Januari 2025.

Keduanya terbukti mengedarkan total 88,5 kilogram sabu dan ribuan butir pil ekstasi sebagai bagian dari jaringan narkoba internasional yang dipimpin oleh Fredy Pratama, yang saat ini masih buron. Apriana menguasai sekitar 43 kilogram sabu, sedangkan Yoseph menguasai sekitar 45 kilogram. Mereka berperan sebagai perantara dalam jual beli narkotika dan menerima imbalan dari Fredy Pratama.

Majelis hakim menyatakan bahwa mereka tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas narkoba dan bahwa barang bukti yang ditemukan sangat besar, yang menjadi faktor memberatkan dalam putusan.

Negeri (Kejari) Sidoarjo yang memberikan komentar terkait vonis hukuman mati terhadap terdakwa adalah Roy Rovalino Herudiansyah. Dia menyatakan bahwa hukuman mati tersebut sudah memenuhi rasa keadilan masyarakat mengingat dampak buruk narkoba yang sangat dahsyat.

Dia menambahkan  bahwa hukuman mati ini mencerminkan rasa keadilan masyarakat, mengingat dampak buruk narkoba terhadap generasi muda.
Masyarakat Sidoarjo juga memberikan dukungan terhadap keputusan ini, menilai bahwa narkoba sangat merusak masa depan generasi muda dan mengharapkan tindakan tegas dari pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba.

Kedua terdakwa menyatakan akan memikirkan putusan tersebut sebelum mengambil langkah selanjutnya bersama penasihat hukum mereka.

Polisi berhasil menangkap Apriana Bastian alias Apri dan Yoseph Daya Subakti alias Agus sebagai bagian dari pengembangan kasus sebelumnya yang melibatkan tiga terdakwa lain. Penangkapan mereka dilakukan setelah pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa 88,5 kilogram sabu dan ribuan butir pil ekstasi yang terkait dengan jaringan narkoba internasional yang dipimpin oleh Fredy Pratama.Penangkapan Apriana dan Yoseph merupakan hasil dari penyelidikan yang mendalam terhadap jaringan narkoba internasional, di mana mereka berperan sebagai perantara dalam jual beli narkotika.

Sebelum penangkapan, pihak kepolisian sudah menangkap tiga terdakwa lainnya, yaitu Hendrik Anggun Setiawan, Aryo Anggowo Mulyo, dan Nafik Supriyanto, yang memiliki barang bukti 19,6 kilogram sabu dan 3.888 butir pil ekstasi. Pengungkapan ini memberikan petunjuk penting yang mengarah kepada Apriana dan Yoseph.

Keduanya diketahui menerima barang dari Fredy Pratama untuk dijual dan diedarkan kepada pengedar lainnya maupun pemakai langsung. Dengan informasi ini, pihak kepolisian dapat menyusun strategi penangkapan yang efektif terhadap kedua terdakwa, yang akhirnya berujung pada penahanan mereka dan proses hukum selanjutnya.

Jaringan Fredy Pratama
Fredy Pratama adalah seorang gembong narkoba internasional dari Kalimantan Selatan, Indonesia. Ia dikenal sebagai pengendali jaringan narkoba yang besar, mengedarkan narkoba dari Thailand ke Indonesia.

Fredy Pratama gembong narkoba asal Kalbar yang membuat jaringan internasional. Saat ini berstatus sebagai buron. Foto: tribratanews.lampung.polri.go.id

Dia mulai meninggalkan Indonesia sejak 2014 dan diduga terlibat dalam perdagangan narkoba yang melibatkan jaringan internasional, termasuk pengiriman barang dari kawasan Segitiga Emas, yang merupakan pusat produksi narkoba di Asia Tenggara.
Fredy mengelola jaringan narkoba yang sangat luas, dengan keterlibatan dalam penyelundupan sabu dan ekstasi ke Indonesia. Jaringannya terhubung dengan berbagai pelaku di dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia dan Thailand Polri telah melakukan berbagai operasi untuk membongkar jaringan Fredy, termasuk operasi bernama “Escobar” yang berhasil menangkap banyak tersangka terkait.
Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan ini terlibat dalam pengiriman sejumlah besar narkoba ke Indonesia, dengan total barang bukti yang disita mencapai lebih dari 10 ton sabu. Jaringan Fredy Pratama diperkirakan memiliki perputaran uang yang sangat besar, mencapai sekitar Rp 56 triliun, menunjukkan skala operasi yang signifikan dalam perdagangan narkoba.
Fredy Pratama masih menjadi buron dan dianggap sebagai salah satu tokoh utama dalam peredaran narkoba di Asia Tenggara, dengan kemampuan untuk mengendalikan bisnisnya meskipun berada di luar negeri.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Trending di News